Breaking News:

Virus Corona

Ini Langkah PT Angkasa Pura II Usai Arab Saudi Hentikan Umrah Akibat Virus Corona

Ini Langkah PT Angkasa Pura II Usai Arab Saudhi Hentikan Umrah Akibat Virus Corona. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

istimewa
Menindaklanjuti penangguhan sementara kedatangan jemaah umrah ke Arab Saudi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19), PT Angkasa Pura II pada hari ini melakukan koordinasi secara intensif dengan maskapai yang melayani penerbangan menuju Arab Saudi. 

Hal itu berdasarkan tulisan di buku berjudul 158 Hari yang diterbitkan Arsip Metro. 

Menurut Mustafa, pada tahun 1950an, sebagian besar pulau di Kepulauan Seribu tidak berpenghuni.

Penduduk hanya ada di Pulau Panggang. "Tahun 1950an penduduk pulau panggang masih sepi," ujar Mustafa. 

 Jika di Natuna Gunakan Hanggar, Observasi 188 WNI di Pulau Sebaru Gunakan Fasilitas Eks Cottage

Para penduduk di Pulau Seribu merupakan keturunan pelaut dari Kalimantan, dan Sulawesi. 

Mereka awalnya hanya menjadikan pulau-pulau di Kepulauan Seribu sebagai tempat berlindung saat badai. 

Tetapi semakin lama akhirnya memilih menetap di Kepulauan Seribu. 

Nah, kemudian sekitar tahun 1970an, penduduk Pulau Panggang semakin banyak, bahkan jadi terlalu padat. 

Akibatnya warga mulai mereklamasi pantai dengan karang. 

Pada tahun 1975 akhirnya penduduk pulau panggang mencapai puncaknya. Sudah terlalu padat. 

 Virus Corona Guncang Ekonomi Asia, Selain China, Korsel Terparah, Indonesia Malah Tahan, Kok Bisa?

Saat itulah pemerintah memerintahkan agar warga berpindah ke Pulau Elang, kini Pulau Pramuka. 

Sejak itulah warga-warga pulau panggang terus berpindah ke pulau-pulau lain di Kabupaten Kepulauan Seribu. 

Namun, Pulau Sebaru tidak pernah menjadi pilihan warga untuk pindah ke sana. 

Pada tahun 1975, warga yang berpindah justru lebih memilih pulau sebira sebagai tempat tinggal mereka. 

Sejarah KRI DR Soeharso

Sementara itu, para ABK WNI ini dievakuasi oleh TNI AL menggunakan KRI DR Soeharso. 

Mereka akan tiba di Pulau Sebaru pada  Jumat (28/2/2020). 

 Epidemi Virus Corona, Perusahaan Asuransi Harus Beri Jaminan Perlindungan Kepada Nasabah

Pulau Sebaru Besar
Pulau Sebaru Besar (Facebook @Rezagoenpradja)

Lalu seperti apakah sejarah KRI DR Soeharso?

Dikutip dari wikipedia,KRI dr. Soeharso yang sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele adalah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS).

Awalnya, kapal ini berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP) bernama KRI Tanjung Dalpele.

Karena perubahan fungsi, maka pada tanggal 17 September 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dikukuhkan oleh KASAL saat itu Laksamana TNI Slamet Soebijanto.

Pada saat bernama KRI Tanjung Dalpele (972), kapal ini adalah kapal serba guna yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP).

Kapal ini merupakan kapal bantu rumah sakit (BRS), serta dapat mendaratkan dua heli jenis Super Puma.

 Fasilitas Observasi untuk 188 WNI di Pulau Sebaru Standar Rumah Sakit

Penampakan kamar yang ada di dalam bangunan di Pulau Sebaru untuk observasi 188 ABK Dream World
Penampakan kamar yang ada di dalam bangunan di Pulau Sebaru untuk observasi 188 ABK Dream World (layar tangkap Kompas TV)

Kapal ini diklasifikasikan sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock).

Nama Dalpele diambil dari sebuah tanjung yang terletak di pulau paling timur gugusan pulau di Provinsi Papua.

Nama tanjung tersebut diabadikan sebagai nama KRI karena di tempat itu para sukarelawan yang terdiri atas putra-putri terbaik Indonesia rela mengorbankan jiwa ketika berlangsungnya operasi Komando Trikora untuk membebaskan Irian Barat.

Kapal produksi Daesun Shipbuilding and Eng.Co.Ltd Pusan Korea Selatan ini tiba di Indonesia 21 September 2003.

Seiring dengan kebutuhan TNI AL secara umum dalam menjalankan tugas-tugas negara, TNI AL memesan 2 unit kapal yang menyerupai kapal ini dan telah beroperasi dan diberi nama KRI Surabaya dan KRI Makassar.

 Ini Langkah TNI Apabila Ada WNI yang Terinfeksi Virus Corona di Pulau Sebaru

Nama dr. Soeharso diambil dari nama seorang dokter orthopedi (dokter ahli bedah tulang) yakni Prof. dr. Soeharso nama yang sama dengan nama rumah sakit orthopedi dan rehabilitasi di Solo.

Ia telah banyak berjasa selama masa perjuangan kemerdekaan membantu menolong dan merehabilitasi pejuang yang mengalami cacat anggota gerak tangan dan kaki akibat peperangan.

Kapal ini berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh. Kapal sepanjang 122 meter, lebar 22 m, dan draft 4,9 m.

Kapal ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super puma sekaligus.

Kapal ini juga dilengkapi sebuah hanggar untuk menampung helikopter satu lagi dan juga melakukan perawatan terhadap helikopter.

 Di Tengah Ancaman Virus Corona, NOC Indonesia Beri Dukungan Jepang Tetap Gelar Olimpiade Tepat Waktu

Sebagai kapal rumah sakit, telah disediakan 1 ruang UGD,1 ruang ICU,1 ruang post operasi (RR), 3 ruang bedah(2 steril, 1 non steril), 6 ruang poliklinik, 14 ruang Penunjang Klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur.

Kapal ini memiliki 75 anak buah kapal (ABK), 65 staf medis dan mampu menampung 40 pasien rawat inap.

Jika dalam keadaan darurat, KRI DR Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3000 penumpang.

Dalam fungsinya sebagai kapal angkut, kapal ini mampu mengangkut 14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton, 3 helikopter tipe Super Puma, 2 Landing Craft Unit (LCU) tipe 23 M dan 1 hovercraft.

Persenjataan, kapal ini dilengkapi senjata 2 pucuk meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20mm

Tenaga penggeraknya adalah mesin diesel.

 Lokasi Observasi 188 WNI Terkait Virus Corona, Pangkogabwilhan I Pastikan Pulau Sebaru Steril

MELONGOK FASILITAS PULAU SEBARU

Sementara itu, Pulau  Sebaru disebut sebagai pulau kosong atau tak berpenghuni.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, terdapat 2 pulau dengan nama Sebaru di Kepulauan Seribu.

Dua pulau itu adalah Pulau Sebaru Kecil dan Pulau Sebaru Besar.

Pulau Sebaru Kecil memiliki luas 16,6 hektar secara administratif masuk dalam Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

 Lokasi Observasi 188 WNI Terkait Virus Corona, Pangkogabwilhan I Pastikan Pulau Sebaru Steril

Untuk kelurahan ini, Pulau Sebaru Besar merupakan pulau terbesar kedua di antara 24 pulau yang ada, setelah Pulau Genteng Besar dengan luas 24,7 hektar.

Sementara, Pulau Sebaru Besar memiliki luas 37,7 hektar.

Pulau Sebaru Besar dan Pulau Sebaru Kecil secara administratif berada di kecamatan yang sama, tetapi berada di kelurahan berbeda, yakni Kelurahan Pulau Harapan.

Pulau Sebaru Besar menjadi pulau terluas di kelurahan ini dibanding 27 pulau lainnya.

Namun, titik persis keberadaan pulau ini belum masuk dalam layanan peta digital Google Maps. Jika kita memasukkan kata kunci "Pulau Sebaru" Google Maps, tidak ada hasil yang ditampilkan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Bupati Kepulauan Seribu Husein Murat, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (25/2/2020), sejarah Pulau Sebaru pernah dijadikan sebagai tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.

Sementara, Jurnal Studi Kepolisian tahun 2003, menyebutkan, sejarah Pulau Sebaru pernah dibangun pusat pengobatan dan rehabilitasi terpadu untuk para pengguna narkoba.

Penampakan kamar yang ada di dalam bangunan di Pulau Sebaru untuk observasi 188 ABK Dream World
Penampakan kamar yang ada di dalam bangunan di Pulau Sebaru untuk observasi 188 ABK Dream World (layar tangkap Kompas TV)

Hal ini dilakukan kerja sama dengan pihak swasta.

Dokumen Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (2012) menyebutkan, para residen menjalani program pasca rehabilitasi dari BNN berbasis konservasi alam kehutanan yang salah satunya dilakukan di Pulau Sebaru ini.

Di pulau itu terdapat beragam fasilitas seperti asrama dan ruang perawatan.

"Pulau terdekat (yang berpenghuni) itu Pulau Kelapa. Itu sekitar 20 mil (32,18 km) jaraknya," kata Husein.

Kondisi pulau ini pun disebutkan masih baik dan terawat, meskipun tidak berpenghuni.

"Kondisinya masih baik. Kemarin kan Menteri (Kesehatan) sudah ke sana, sudah melihat. Saya lihat informasi di sana memang terawat," ucap Husein.

Perjalanan menuju Pulau Sebaru memakan waktu sekitar 3 jam dari Dermaga Kaliadem, Muara Angke.

Sebanyak 188 WNI ini rencananya akan tiba di Pulau Sebaru pada Jumat (28/2/2020) menggunakan KRI Soeharso.

Sebelumnya, mereka berada di Kapal World Dream di Selat Johor dan akan dilakukan serah terima dengan Pemerintah Indonesia di Kepulauan Riau pada Rabu (26/2/2020).

Virus Corona Mewabah di 46 Negara

Update informasi terbaru pasien wabah virus corona atau Covid-19 pada Kamis (27/2/2020) pagi.

Sejak mewabahnya virus hingga kini, ada 81.283 kasus dikonfirmasi.

Ada sekira 2.770 orang yang meninggal akibat wabah virus corona.

Sementara itu, 30.019 orang dinyatakan sembuh dari wabah virus corona.

Virus Covid-19 kini mewabah hingga 46 negara di dunia.

Virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan.

Virus corona merebak ke 46b negara di dunia. Virus yang awalnya muncul di Wuhan, China kini menjangkit hingga Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah. (Tribunnews-Collage-thewuhanvirus)
Untuk itu, penting mengenali lebih jauh tentang gejala dan pencegahan virus corona.

Gejala yang ditimbulkan, meliputi bersin, pilek, kelelahan, batuk, dan sakit tenggorokan.

Kemudian, pencegahan virus corona dilakukan dengan berbagai cara.

Misalnya, cuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan.

Berikut ini rincian kasus, negara, dan jumlah orang yang meninggal serta sembuh dari virus corona, dikutip Tribunnews dari thewuhanvirus.com pada Kamis (27/2/2020), pukul 05.30 WIB.

1. China

Kasus: 78.064

Kematian: 2.715

Sembuh: 29.745

2. Korea Selatan

Kasus: 1.261

Kematian: 11

Sembuh: 24

3. Italia

Kasus: 374

Kematian: 12

Sembuh: 1

4. Jepang

Kasus: 172

Kematian: 3

Sembuh: 23

5. Singapura

Kasus: 93

Kematian: 0

Sembuh: 62

6. Hong Kong

Kasus: 91

Kematian: 2

Sembuh: 18

7.Thailand

Kasus: 40

Kematian: 0

Sembuh: 15

8. Amerika Serikat

Kasus: 57

Kematian: 0

Sembuh: 6

9. Iran

Kasus: 139

Kematian: 19

Sembuh: 0

10. Taiwan

Kasus: 32

Kematian: 1

Sembuh: 5

11. Malaysia

Kasus: 22

Kematian: 0

Sembuh: 18

12. Australia

Kasus: 22

Kematian: 0

Sembuh: 15

13. Jerman

Kasus: 21

Kematian: 0

Sembuh: 15

14. Vietnam

Kasus: 16

Kematian: 0

Sembuh: 16

15. Uni Emirat Arab

Kasus: 13

Kematian: 0

Sembuh: 3

16. Prancis

Kasus: 17

Kematian: 2

Sembuh: 11

17. Makau

Kasus: 10

Kematian: 0

Sembuh: 6

18. Inggris Raya

Kasus: 13

Kematian: 0

Sembuh: 8

19. Kanada

Kasus: 11

Kematian: 0

Sembuh: 3

20. India

Kasus: 3

Kematian: 0

Sembuh: 3

21. Filipina

Kasus: 3

Kematian: 1

Sembuh: 2

22. Rusia

Kasus: 2

Kematian: 0

Sembuh: 2

23. Spanyol

Kasus: 12

Kematian: 0

Sembuh: 2

24. Libanon

Kasus: 2

Kematian: 0

Sembuh: 0

25. Belgia

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 1

26. Kamboja

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 1

27. Mesir

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 1

28. Finlandia

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 1

29. Israel

Kasus: 2

Kematian: 0

Sembuh: 0

30. Nepal

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 1

31. Sri Lanka

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 1

32. Swedia

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

33. Bahrain

Kasus: 26

Kematian: 0

Sembuh: 0

34. Afghanistan 

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 

35. Kuwait

Kasus: 26

Kematian: 0

Sembuh: 0

36. Irak

Kasus: 5

Kematian: 0

Sembuh: 0

37. Oman

Kasus: 4

Kematian: 0

Sembuh: 0

38. Aljazair

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

39. Austria

Kasus: 2

Kematian: 0

Sembuh: 0

40. Kroasia

Kasus: 2

Kematian: 0

Sembuh: 0

41. Swiss

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

42. Yunani

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

43. Pakistan 

Kasus: 2

Kematian: 0

Sembuh: 0

44. Makedonia Utara

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

45. Rumania

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

46. Brazil

Kasus: 1

Kematian: 0

Sembuh: 0

Di Laut

1. Diamond Princess

Kasus: 705

Kematian: 11

Sembuh: 24

Total keseluruhan, ada 81.283 kasus, 2.770 orang yang meninggal, dan 30.019 orang sembuh dari virus corona.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pulau Sebaru, Pulau Tak Berpenghuni yang Jadi Lokasi Observasi WNI ABK World Dream", 
Penulis : Luthfia Ayu Azanella

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved