Berita Daerah

GEGER! Mayat Emak-Emak Tukang Kredit Keliling di Kontrakan, Terungkap dari Tukang Becak Langganannya

Warga digegerkan dengan penemuan mayat emak-emak tukang kredit keliling di kontrakan, Rabu (26/2/2020), pagi.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi - Warga digegerkan dengan penemuan mayat emak-emak tukang kredit keliling di kontrakan, Rabu (26/2/2020), pagi. 

Apalagi pemilik kontrakan menyebut, perempuan yang sudah dua tahun menjadi penghuni kontrakan miliknya, memilki riwayat penyakit jantung.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono didampingi Kapolsek Sungailiat Iptu Alvino dan Kanit Reskrim Aiptu Reka Otorida dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (26/2/2020) mengatakan, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.

Hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban maupun bukti lain mengarah pada unsur tindak pidana.

"Tidak ditemukan tanda atau bekas kekerasan, diduga karena sakit," kata Kapolres seraya mengakui, polisi menemukan kemasan berisi berbagai jenis obat di samping jasat perempuan ini"

Tampak warga dan pihak kepolisian mendatangi sebuah kontrakan di Jl Yos Sudarso Sungailiat Bangka, Rabu (26/2/2020) pagi terkait penemuan mayat bernama Ana (55). (Istimewa)

"yaitu Obat Ambroxol, Furosemide, Chlorhenamine maleate, Antasidadoen, Domperidone dan Natrium Diklofenak.

Tukang Kredit Keliling Cabuli Bocah

Aparat Polres Metro Jakarta Utara menangkap Budiono (32), tukang kredit keliling yang tega mencabuli bocah perempuan berinisial SW (6), di rumah korban di kawasan Koja, Jakarta Utara, Senin (17/9/2018).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febriansyah mengatakan, petugas menangkap pelaku di kediamannya, tak lama setelah melakukan aksi bejatnya terhadap bocah malang tersebut.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (britagratis.blogspot.com)

“Kemarin sudah berhasil kita amankan pelaku di kediamannya. Saat ini sudah kita lakukan penahanan terhadap tersangka,” ungkap Febri, Rabu (19/9/2018).

Febri menceritakan, awalnya pelaku datang ke rumah korban untuk menagih cicilan kepada ibu korban.

Namun ketika itu ibu korban sedang tidak berada di dalam rumah, hingga timbul niat jahat pelaku.

“Jadi pelaku ini sengaja datang ke rumah korban karena ibunya ini meminjam uang koperasi"

"Jadi pelaku ini petugas koperasi, lalu pelaku menagih cicilannya, setelah itu ternyata ibu korban tidak ada di rumah,” ungkap Febri.

Kesempatan itu tentu saja langsung digunakan pelaku untuk berbuat cabul terhadap SW.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved