Banjir Jakarta

Anies Dibully Karena Jakarta Banjir Lagi, Babe Saidi Sebut Banjir Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Anies Disalahkan Hingga Dibully Karena Jakarta Banjir Lagi, Babe Saidi Ungkapkan Banjir Sudah Ada Sejak Zaman Belanda, Tepatnya Tahun 1640

Anies Dibully Karena Jakarta Banjir Lagi, Babe Saidi Sebut Banjir Sudah Ada Sejak Zaman Belanda
Youtube Indonesia Lawyers Club
Babe Saidi dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne pada Selasa (25/2/2020). 

Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta disesalkan masyarakat.

Banjir disebut sebagai bentuk kegagalan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam mengelola Ibu Kota.

Beragam pendapat hingga meme menyudutkan tentang Anies pun beredar luas di media sosial.

Anies pun dibully dan dianggap tidak mampu dalam mengelola DKI Jakarta.

Terkait hal tersebut, Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC) Karny Ilyas mengangkat isu Banjir Jakarta dalam ILC edisi Selasa (25/2/2020) malam.

Dalam edisi tersebut, Budayawan Ridwan Saidi diundang untuk memberikan pendapat soal banjir di Ibukota.

Menurutnya, banjir bukan hanya merupakan kesalahan Anies semata, sebab banjir Jakarta telah ada sejak zaman Belanda.

Babe Saidi bercerita tentang sejarah Kota Jakarta pada era Orde Baru.

Ketika itu, Babe Saidi mengungkapkan Presiden Soekarno membentuk badan kordinasi penanganan banjir pada tahun 60an.

"Jadi yang dikatakan oleh BMKG itu benar, memang tahun 50 curah hujan makin besar-makin besar, sehingga pada tahun 60 Presiden Soekarno membentuk Kopro Banjir, untuk kordinasi pusat dan beberapa provinsi," cerita Babe Saidi.

Tidak hanya membentuk badan penanganan banjir semata pada Kabient Dwikora II, Mayjen Dr Soemarno Sosroatmodjo yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pada 24 Februari 1966 itu juga ditunjuk untuk merangkap Gubernur DKI Jakarta.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved