Berita Video

VIDEO: Warga Cakung Sebut Banjir Tahun Ini Terparah Sejak Daerah Resapan Air Berkurang

"Saya tinggal sejak tahun 1993 di sini. Baru kali ini masuk ke rumah, tingginya sepinggang lah," ujarnya di lokasi.

VIDEO: Warga Cakung Sebut Banjir Tahun Ini Terparah Sejak Daerah Resapan Air Berkurang
Tangkap Layar akun YouTube Warta Kota Production
Saat ini, mediasi pengelola AEON mall dengan warga Cakung berakhir dengan damai, Selasa (25/2/2020). 

Warga yang tinggal di kawasan Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur dan Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, murka akibat kebanjiran.

Luapan amarah mereka tumpahkan saat melakukan aksi unjuk rasa di Aeon Mall, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020), pagi tadi. Berbagai failitas umum dirusak, sejumlah kaca pertokoan pun pecah.

Mereka mengklaim sejak pembangunan di kawasan Jakarta Garden City (JGC) dimulai, wilayah permukiman mereka terdampak banjir cukup parah.

Saat ditelusuri, seorang warga bernama Amsori (56) yang tinggal di Jalan Tambun Rengas, Cakung Timur, menyatakan bahwa banjir di tahun ini yang terparah.

"Saya tinggal sejak tahun 1993 di sini. Baru kali ini masuk ke rumah, tingginya sepinggang lah," ujarnya di lokasi.

Kediaman Amsori terletak bersebelahan langsung dengan danau yang disebut warga sebagai Danau JGC. Wilayah danau dan permukiman hanya dibatasi dengan tembok beton.

Banjir hari ini, sambung Amsori, disebabkan karena danau tersebut tak cukup menampung debet air. Aie tersebut kemudian rembes melalui sela-sela tembok beton hingga menyebabkan permukiman warga terimbas.

"Ini karena resapannya enggak ada. Makanya rembes ke sini," ungkapnya.

Sementara itu, warga Jalan Kampung Kandang Sapi, Cakung Timur, bernama Rifai (38) menyatakan hal yang sama.

Meski ia tak menyebut secara gamblang penyebab banjir lantaran pembangunan besar-besaran di oleh JGC, namun penyebab utama dikatakannta lantaran berkurangnya daerah resapan air.

"Saya enggak tahu sih kalau gara-gara JGC atau enggak. Yang jelas dulu itu kan rawa. Daerah resapan airnya di situ. Tapi sejak berkurang yang air larinya ke sini," kata Rifai.

Di tahun ini, banjir sudah 5 kali terjadi. Air pun lambat surut apabila banjir mulai merambat ke permukiman warga.

"Sudah sering tahun ini. Sampai capek bersihinnya. Paling tinggi itu awal tahun," jelasnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved