Berita Video

VIDEO: Tergenang Banjir, Jalan Latumenten Raya Lumpuh

"Sejak pukul 23.00 WIB dua pompa kami sudah berkerja. Namun memang volume air hujan sangat berlebih sehingga tidak dapat tertampung," kata Yusuf ditem

VIDEO: Tergenang Banjir, Jalan Latumenten Raya Lumpuh
Warta Kota/Desy Selviany
Petugas Damkar berusaha mengeringkan banjir yang menggenangi Jalan Latumenten Raya, Jakarta Barat. 

Jalan Latumenten Raya, Jelambar, Grogol Petamburan ditutup total karena banjir setinggi 80 centimeter. Dua pompa mobile tidak sanggup menyedot air yang menggenang di kawasan tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com sedari Lampu Lalu Lintas Jalan Letjen S Parman pengendara yang hendak melintas di Jalan Latumenten Raya sudah dialihkan ke arah Jalan Susilo Raya.

Persis di depan Jalan Latumenten Raya beberapa mobil truk polisi terparkir menutup jalan tersebut.

Dua pompa mobile terlihat tengah berkerja di seberang pintu masuk Jalan Satria IV. Beberapa warga dari Jalan Satria IV RW 04, Jelambar, Jakarta Barat terlihat keluar rumah untuk mengungsi. Mereka berjalan di tengah banjir atau menggunakan perahu karet berwarna putih.

Satpel Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Grogol Petamburan Yusuf mengatakan 2 pompa mobile itu masing-masing berkapasitas 139 liter perdetik. Kedua pompa mobile sudah dikerahkan sejak Senin (24/2/2020) malam.

"Sejak pukul 23.00 WIB dua pompa kami sudah berkerja. Namun memang volume air hujan sangat berlebih sehingga tidak dapat tertampung," kata Yusuf ditemui di lokasi Selasa (25/2/2020).

Pompa tersebut terlihat terus berkerja membuang air banjir ke Kali Grogol. Namun pukul 10.41 WIB genangan setinggi 80 centimeter tetap menggenang di kawasan tersebut.

Padahal hujan sudah berhenti sejak pukul 09.00 WIB.

"Karena memang pompa mobile dijatah. Kami dapat 2 pompa saja, karena pompa lain dikerahkan ke wilayah yang banjirnya lebih parah dan lama surut," ujar Yusuf.

Air mulai masuk ke kawasan tersebut sejak pukul 02.30 WIB. Pukul 06.30 WIB ketinggian air banjir terus bertambah.

Yusuf tidak dapat memastikan kapan air dapat benar-benar surut di kawasan itu. Sebab hal itu tergantung curah hujan dan kondisi Kali Grogol.

"Jadi memang disini tergenang karena volume air hujan yang tinggi sejak Minggu malam," ujar Yusuf. (m24)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Desy Selviany
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved