Breaking News:

Hotman Paris Putus Asa Dengan Kebijakan Anies Baswedan, Banjir dan Macet Terjadi di Mana-mana

Hotman Paris putus asa dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, bukan hanya banjir, kemacetan juga terjadi di mana-mana

Penulis: | Editor: Dwi Rizki
instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris Keluhkan Banjir Hingga Kemacetan 

Hanya saja, seluruh pelataran hingga selasar rumah sakit terlihat tergenang sekira setengah meter.

"Nasib bangsaku ini! Pasien Rumah sakit di jakarta," tulis Hotman Paris.

Tidak hanya itu, Hotman paris kembali mengunggah kondisi rumah sakit berbeda dalam statusnya.

Serupa dengan postingan yang pertama, dalam potret yang dibagikan terlihat ada dua orang pasien di sebuah ruangan yang terduduk di tengah banjir.

Pasien pertama terlihat tengah terduduk di atas kursi roda dengan kondisi kaki terendam.

Sedangkan pasien kedua terlihat tengah terduduk di atas kursi dengan kondisi tangan masih terinfus.

Agar tidak kena banjir, pasien itu terlihat menggulung kedua ujung celana panjangnya hingga sebetis dan mengangkat kedua kakinya untuk disandarkan di rak meja yang berada di hadapannya.

Hotman Paris mengaku miris dengan kondisi pasien tersebut.

Tidak banyak kalimat yang dituliskan Hotman Paris.

Hanya saja Hotman kecewa dengan kondisi yang terjadi di DKI Jakarta saat ini.

"Rumah sakit lain di jakarta! Nasib bangsaku," tulis Hotman Paris.

Kedua postingan tersebut pun menuai beragam komentar dari masyarakat.

Sebagian menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang tidak mempu mencegah banjir di Ibu Kota.

Namun sebagian lainnya justru mengungkit pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tahun 2014 silam.

Jokowi menyebut banjir di Jakarta dapat diselesaikan apabila dirinya menjadi seorang presiden pada tahun 2014 silam.

Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi, menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Sabtu (31/3/2012).
Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi, menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Sabtu (31/3/2012). (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Janji Jokowi

Dikutip dari Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden.

Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Jokowi menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menanggulangi kemacetan dan banjir tanpa bantuan daerah lain karena salah satu sumber penyebab terjadinya dua masalah klasik Jakarta tersebut juga berasal dari daerah-daerah penyangganya.

"Seharusnya lebih mudah (mengatasi kemacetan) karena kebijakan transportasi itu harusnya tidak hanya Jakarta, tapi juga Jabodetabek. Itu seperti halnya dengan masalah banjir," papar Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (24/3/2014).

"Banjir tidak hanya masalah Jakarta karena 90 persen air yang menggenangi Jakarta itu justru berasal dari atas (Bogor). Semua pengelolaan 13 sungai besar yang ada di Jakarta juga semuanya kewenangan pemerintah pusat," tegasnya.

Jokowi menjamin, seluruh perencanaan transportasi yang telah dicanangkannya selama menjabat sebagai DKI-1 tidak akan terbengkalai jika nantinya ia menjabat sebagai RI-1.

Ke depannya, Jokowi ingin agar Jakarta memiliki banyak moda transportasi.

Saat ini, Jakarta tengah dalam tahap upaya membangun MRT, monorel, menambah tiga koridor transjakarta, dan yang terbaru, membangun metro kapsul.

Untuk nama terakhir, kata Jokowi, pihaknya saat ini masih mempertimbangkan dan mempelajari jenis transportasi yang diusulkan oleh PT Perkakas Rekadaya Nusantara (PT PRN).

Jokowi mengaku tertarik karena PT PRN menawarkan nilai investasi yang kecil.

"Metro kapsul ini lebih murah dari MRT dan monorel. Biaya produksi juga murah, tiangnya kecil, pengerjaannya cepat banget. Pengaturan headway dari kereta ke kereta itu bisa beriringan," ujarnya.

Nilai investasi metro kapsul diprediksi akan berada pada kisaran Rp 114 miliar per kilometer.

Kereta ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 70 kilometer per jam dan akan menggunakan sistem sinyal sehingga tidak akan menggunakan tenaga masinis.

Metro kapsul akan terdiri dari dua jenis kereta, yakni yang memiliki panjang 9 meter dan 12 meter.

Metro kapsul ukuran 9 meter berkapasitas 50 orang, sementara metro kapsul 12 meter untuk 80 orang.

Rute yang akan dilayani adalah Parkir Timur Senayan atau Taman Mini Indonesia Indah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tarifnya sebesar Rp 10.000.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved