Breaking News:

Pendidikan

Universitas Moestopo–JUIDA Indonesia Gelar Workshop Terbangkan Drone, Lisensi Berlaku di 15 Negara

Drone awalnya digunakan terbatas pada bidang militer, tapi teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini kini sudah digunakan untuk berbagai keperluan.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Prof Dr Rudy Harjanto, M.Sn (kedua dari kiri) memberikan cendera mata kepada Asisten Khusus Menteri Pertahanan Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan usai membuka workshop kemahiran dan keselamatan penggunaan drone di Kampus Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Hang Lekir Jakarta, Senin (24/2/2020). 

Menurut Ambar, pelatihan ini bertujuan untuk pengembangan edukasi dan keahlian para mahasiswa dan pemuda di Tanah Air.

Hal ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi drone yang semakin populer.

“Pelatihan  ini sejalan dengan program ‘Kampus Merdeka, Merdeka Kampus’ yang dicanangkan pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bahwa pengembangan softskills mahasiswa dan pemuda itu sangat penting," paparnya.

"Salah satu yang kita kembangkan di sini adalah peningkatan softskill mahasiswa dalam menerbangkan drone,” jelas Ambar.

Menurut Ambar, menerbangkan drone itu sebenarnya mudah. Namun yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan dan keselamatannya.

“Nah, dalam workshop ini kita memperlajari itu, mulai dari teori hingga praktek. Selain itu, kita juga memberikan pemahaman terkait  faktor aeronotika, meteorologi yang terkait cuaca dan aerodinamisnya,” jelasnya.

Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Prof Dr Rudy Harjanto, M.Sn (kedua dari kiri) memberikan cendera mata kepada Asisten Khusus Menteri Pertahanan Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan usai membuka workshop kemahiran dan keselamatan penggunaan drone di Kampus Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Hang Lekir Jakarta, Senin (24/2/2020).
Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Prof Dr Rudy Harjanto, M.Sn (kedua dari kiri) memberikan cendera mata kepada Asisten Khusus Menteri Pertahanan Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan usai membuka workshop kemahiran dan keselamatan penggunaan drone di Kampus Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Hang Lekir Jakarta, Senin (24/2/2020). (Istimewa)

Lisensi menerbangkan drone

Worshop ini diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari mahasiswa Universitas Mosetopo dan masyarakat umum. Peserta membayar Rp 6 juta untuk mengikuti pelatihan ini.

“Untuk batch pertama ini, kita membuka pendaftaran untuk 25 orang. Yang mendaftar ada 13 orang. Ini akan menjadi pilot project untuk sekolah drone yang rencananya akan dibuka di Universitas Moestopo bersama JUIDA Indonesia,” papar Ambar.

Setelah mengikuti workshop, peserta akan diuji baik ujian tertulis maupun ujian praktek.

Jika lulus dalam dua ujian ini, peserta akan mendapatkan lisensi menerbangkan drone yang berlaku di 15 negara.

“Kami berharap worskop ini bisa bermanfaat bagi peserta agar mereka bisa menerbangkan drone dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan lingkungan sekitarnya," urai Ambar.

"Workshop ini akan menjadi tambahan keterampilan bagi mereka sehingga para penerbang drone non komersial Indonesia memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional,” katanya lagi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved