Breaking News:

Banjir Jakarta

Klaim Banjir di Jakarta Menyurut, Masih Ada 35 RW di Jakarta Terendam Banjir, 2.393 Orang Mengungsi

Senin (24/2/2020), banjir di Jakarta menyurut, sehingga tersisa 35 RW di Jakarta terendam banjir.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi - Senin (24/2/2020), banjir di Jakarta menyurut, sehingga tersisa 35 RW di Jakarta terendam banjir. 

Apalagi mengingat sejumlah kendaraan sudah mulai bisa melintas di wilayah yang sebelumnya tergenang banjir.

“Tapi warga sudah aktivitas seperti biasa,” ucap Harmawan.

Banjir di Jalan Boulevard Barat Sulit Surut

Sebagian di wilayah Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara terendam banjir, Senin (24/2/2020).

Sebagian di wilayah Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yakni Jalan Boulevard Barat masih terendam banjir, Senin (24/2/2020).
Sebagian di wilayah Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yakni Jalan Boulevard Barat masih terendam banjir, Senin (24/2/2020). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Salah satu wilayah Kecamatan Kelapa Gading terendam banjir, yakni Jalan Boulevard Barat.

Diakui Camat Kelapa Gading M Harmawan, banjir di Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading sulit surut.

Diketahui, dari ketinggian air banjir di Jalan Boulevard Barat diperkirakan 20 sentimeter.

“Sekitar 20 cm di Boulevard Barat, memang di Jalan Boulevard Barat agak lambat (surut),” kata Harmawan.

Adanya proyek pembangunan Jalan Tol Kelapa Gading-Pulogebang menimbulkan genangan di sepanjang jalan.

Hal itu juga akibat dari hujan deras mengguyur di wilayah Kecamatan Kelapa Gading.

Sehingga, banjir merendam Jalan Boulevard Barat sulit surut.

Namun, banjir di Jalan Yos Sudarso Kelapa Gading surut, dan bisa dilalui pengendara bermotor.

Kelapa Gading Lumpuh

Kelapa Gading, Jakarta Utara lumpuh setelah banjir mengepung, Minggu (23/2/2020).

Sejumlah perumahan terendam banjir, ruas jalan pun tergenang sehingga membuat akses terputus di sejumlah titik.

Salah satu kawasan yang terdampak banjir ada di Perumahan Bangun Cipta Sarana, Kelapa Gading.

Ani, salah satu warga di sana mengungkapkan wilayahnya memang kerap dilanda banjir pada tahun 2020 ini.

Setidaknya sudah tiga kali dia merasakan banjir masuk ke wilayah perumahan itu.

"Ini sudah tiga kali, awal tahun baru, imlek, dan sekarang. Tapi yang sekarang lebih parah. Di jalanan itu sudah sedengkul orang dewasa," kata Ani kepada Kompas.com, Minggu.

Air tidak sampai masuk ke dalam rumah Ani yang sudah cukup tinggi.

Namun, air mulai masuk ke dalam garasi mobil.

Dengan kondisi itu, warga pun mempertanyakan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Banyak spekulasi yang diterima warga seputar banjir yang melanda Kelapa Gading.

Mulai dari isu tanggul jebol, pompa air yang tak berfungsi, hingga pintu air Sunter yang tak dibuka.

"Apa benar isu yang dibilang Sunter ada pintu air ditutup, jadi dibiarkan tenggelam Kelapa Gading"

"Karena kalau banjir di sini akan surut, kalau pintu air Sunter itu dibuka," ucap Ani yang mengeluhkan air lambat surut dibandingkan banjir sebelumnya.

 "Biasanya kalau Gading banjir, Sunter juga banjir. Ini kenapa di sana kering?" tutur dia.

Sementara itu warga Kelapa Gading lainnya, Dessy, juga bertanya-tanya akan hal yang sama.

Dessy yang juga salah seorang pengurus Linmas di perumahan Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara menuturkan warga bertanya-tanya seputar pintu air Sunter.

"Karena air lama sekali surutnya, malahan ini sudah enggak hujan, air malah naik," ucap Dessy.

Dia mengaku tak mendapat informasi pasti seputar penyebab banjir di Kelapa Gading lambat surut kali ini.

Namun, dia mengaku mendapat informasi kalau Sunter juga kebanjiran.

"Katanya di sana sebenarnya sudah dibuka juga, tapi enggak tahu lah yang benar yang mana. Kami juga belum dapat info pastinya," tutur dia.

Sejumlah warga di perumahan Kelapa Nias, kata Dessy, sudah mulai mengungsi terutama di Nias 8 dan Nias 9 yang kontur tanahnya lebih rendah. Di sana, banjir sudah sampai sekitar 80 cm.

55 RW Kebanjiran

Sebanyak 55 rukun warga ( RW) di Jakarta terendam banjir pada Minggu (23/2/2020) pagi ini.

RW yang terendam banjir tersebar di 36 kelurahan di 23 kecamatan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta M Insaf mengatakan, banjir disebabkan curah hujan tinggi, luapan Kali Ciliwung, luapan Kali Item, luapan Kali Sunter, dan luapan Kali Semongol.

"Rekap data banjir pada Minggu ini sampai dengan pukul 06.00 WIB," ujar Insaf saat dikonfirmasi wartawan.

Banjir dengan ketinggian 120 sentimeter terjadi di Kelurahan Mampang, Jakarta Selatan.

Sementara itu, banjir dengan ketinggian 100 sentimeter terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Kawasan RW 04 Cipinang Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali tergenang banjir, Minggu (23/2/2020).
Kawasan RW 04 Cipinang Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali tergenang banjir, Minggu (23/2/2020). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Berikut rincian banjir di 55 RW di Jakarta:

1. Kampung Melayu, Jakarta Timur: RW 004, 005

2. Rawa Bunga, Jakarta Timur: RW 002

3. Cakung Timur, Jakarta Timur: RW 012

4. Penggilingan, Jakarta Timur: RW 005

5. Cawang, Jakarta Timur: RW 002, 003, 005

6. Cililitan, Jakarta Timur: RW 001, 006, 007

7. Batu Ampar, Jakarta Timur: RW 005, 003

8. Utan Kayu Utara, Jakarta Timur: RW 008

9. Rawamangun, Jakarta Timur: RW 001

10. Pisangan Timur, Jakarta Timur: RW 004, 006, 015

11. Pulogadung, Jakarta Timur: RW 009

12. Pondok Bambu, Jakarta Timur: RW 001, 006

13. Klender, Jakarta Timur: RW 016

14. Cipinang Melayu, Jakarta Timur: RW 003, 004, 008, 010, 011

15. Kebon Pala, Jakarta Timur: RW 006

16. Kedaung Kaliangke, Jakarta Barat: RW 001, 002, 008

17. Tegal Alur, Jakarta Barat: RW 002, 003

18. Jatipulo, Jakarta Barat: RW 009

19. Rorotan, Jakarta Utara: RW 004

20. Kebon Melati, Jakarta Pusat: RW 007

21. Petamburan, Jakarta Pusat: RW 003

22. Bendungan Hilir, Jakarta Pusat: RW 007

23. Johar Baru, Jakarta Pusat: RW 009

24. Pasar Baru, Jakarta Pusat: RW 003

25. Rawasari, Jakarta Pusat: RW 009

26. Kebon Sirih, Jakarta Pusat: RW 002, 004

27. Menteng, Jakarta Pusat: RW 009

28. Kramat, Jakarta Pusat: RW 006, 008

29. Serdang, Jakarta Pusat: RW 001, 006

30. Cempaka Baru, Jakarta Pusat: RW 005

31. Guntur, Jakarta Selatan: RW 006

32. Pasar Manggis, Jakarta Selatan: RW 005

33. Manggarai, Jakarta Selatan: RW 011

34. Mampang, Jakarta Selatan: RW 005

35. Ragunan, Jakarta Selatan: RW 009

36. Pengadegan, Jakarta Selatan: RW 001. (FAF/JHS/Kompas.com)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved