Breaking News:

Bisnis

Catat Laba Bersih Rp 2,1 Triliun, Adira Finance Patok Pertumbuhan 4℅ -7℅ pada 2020

Adira Finance membukukan laba bersih Rp 2,1 triliun pada 2019 lalu. Angka ini naik 16% dibandingkan tahun 2018.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B Slangor dan Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila berfoto bersama usai paparan kinerja Adira Finance di Pacific Place Jakarta, Jumat (21/2/2020). 

Sementara itu, pembiayaan mobil menurun sebesar 7% y/y menjadi Rp 15,7 triliun, di tengah industri yang telah mengalami penurunan dua digit.

Segmen komersial turun 20% menjadi Rp 5,7 triliun dan segmen penumpang naik 3% menjadi Rp 10,0 triliunn.

"Pada 2019, komposisi masing-masing segmen komersial dan segmen penumpang kami adalah 36% dan 64%," kata Made menambahkan.

Piutang yang dikelola Adira Finance berhasil tumbuh sebesar 7% y/y menjadi Rp 54,8 triliun.

Piutang sepeda motor tumbuh 10% menjadi Rp 25,1 triliun dibandingkan tahun 2018 dan piutang mobil tumbuh 5,4% menjadi Rp 28,1 triliun.

"Dalam lingkungan bisnis saat ini, kami akan melanjutkan transformasi kami menjadi organisasi digital dan berfokus pada pelanggan," papar Made.

Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B Slangor dan Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila berfoto bersama usai paparan kinerja Adira Finance di Pacific Place Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B Slangor dan Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila berfoto bersama usai paparan kinerja Adira Finance di Pacific Place Jakarta, Jumat (21/2/2020). (Wartakotalive.com/Hironimus Rama)

Pinjaman

Total pinjaman eksternal Adira Finance naik 4% menjadi Rp 22,9 triliun di 2019.

Peningkatan total pinjaman diperlukan untuk mendukung kegiatan pendanaan perusahaan.

Total pinjaman bank meningkat sebesar 1% y/y menjadi Rp 11,85 triliun yang terdiri dari 41% pinjaman dalam negeri dan 59% pinjaman luar negeri.

"Kami sepenuhnya melakukan lindung nilai atas pinjaman luar negeri, baik dalam tingkat bunga pokok maupun tingkat bunga. Pinjaman obligasi dan sukuk kami meningkat 8,3% menjadi Rp 11,0 triliun," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved