Breaking News:

Jakarta Banjir

Banjir Trending Topic Twitter Minggu (23/2/2020), Jakarta Banjir di Sejumlah Wilayah ini

Jakarta banjir setelah hujan lebat mengguyur beberapa jam sejak Sabtu (22/2/2020) malam hingga Minggu (23/2/2020) pagi.

WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Banjir setinggi 4 meter merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (8/2/2020). 

Adapun 13 kali yang akan diusulkan pengerukan yaitu Ciliwung, Pesanggrahan, Kali Sunter, Buaran,  Krukut,  Kali Cakung,  Kali Grogol,  Mookervart,  Kali Cipinang,  Kali Baru Timur,  Kali Jati Kramat,  Kali Angke, dan Kali Baru Barat.

"Pemerintah pusat harus segera menormalisasi 13 sungai yang menyempit dan dangkal ini. Paling prioritas adalah Ciliwung,  Kali Krukut di Kemang dan Pesanggrahan di Kembangan," ujar Heryanto yang telah melakukan survei lapangan di beberapa lokasi. 

"Pekerjaan pengerukan sungai hingga kedalaman empat atau lima meter di tiap ruas sungai, butuh waktu sekitar tiga bulan dengan peralatan 15 alat berat ekskavator ampibi,  20 dump truk," ujar Heryanto menormalisasi Waduk Pluit,  kawasan Kali Jodi,  Kali Pakin Pasar Ikan, dan seabrek lainnya. 

Tali AIr

Sementara itu terkait genangan air di jalan raya, Heryanto menilai hal itu terjadi dipicu buruknya tali-tali air trotoar.

Menurut Heryanto banyak trotoar di Jakarta memakai model tali tali air yang buruk, dan ukurannya tidak standar.

"Ada 3 model tali tali air. Ini yang banyak dipakai adalah tali air model paralon. Itu sangat buruk dan tidak efektif. Membuat antrean air masuk ke saluran jadi lama. Efeknya genangan di jalan," ucap Heryanto.

Sehingga Heryanto merekomendasikan Dinas Bina Marga agar mengubah desain tali tali air di trotoar. "Itu harus dilakukan kalau jalanan tidak mau tergenang," ujar Heryanto.

Presiden Joko Widodo tinjau Waduk Pluit, Jakarta, Jumat (3/1/2019)
Presiden Joko Widodo tinjau Waduk Pluit, Jakarta, Jumat (3/1/2019) (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Empat Instruksi Presiden

Curah hujan tinggi akibat aktifnya Monsun Asia sejak malam pergantian tahun Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020) meimicu banjir parah di wilayah DKI Jakarta.

Buruknya kondisi serta tidak kunjung tertanganinya banjir di Ibu Kota memaksa Presiden Republik Indoneisa, Joko Widodo turun tangan.

Hal tersebut terlihat dalam postingan twitter milik Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman @fadjroeL; pada Kamis (2/1/2020).

Dalam postingannya, Fadjroel mengungkapkan Jokowi-sapaan Joko Widodo; menerbitkan sebanyak empat instruksi.

Instruksi tersebut katanya disampaikan Jokowi untuk tangani banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Empat Instruksi Presiden @jokowi untuk Tangani #BanjirJakarta dan daerah lainnya ~ #Jubir #IndonesiaMaju," tulis Fadjroel.

Dalam video yang dibagikannya, empat instruksi Jokowi tersebut antara lain tentang keselamatan korban banjir.

"Keselamatan warga dinomorsatukan," tulis Fadjroel.

Selain itu revitalisasi fasilitas umum, seperti bandara Halim Perdanakusuma, Tol Cikampek dan beberapa objek vital

"Normalisasi fasilitas umum," tulisnya.

Hal lainnya adalah akselerasi kerjasama antara pemerintah puisat dan provinsi dalam menanggulangi banjir.

Kerjasama tersebut seperti pembangunan Waduk Cimahi dan Waduk Ciawi.

Instruksi terakhir yang disampaikan Jokowi adalah mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir.

"Semuanya harus bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, untuk memberikan keselamatan kepada warga," jelas Jokowi di akhir tayangan.

Fenomena Monsun Asia

Dikutip dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), infobmkg.id; BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Kondisi tersebut dipicu oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu aktifnya Monsun Asia.

Fenomena tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah.

Selain itu, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat menambah pasokan uap air cukup tinggi.

Tingginya penguapan terssebut mendukung pembentukan awan hujan, serta diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/ petir.

Tidak hanya itu, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah berikut :

Periode 01 - 04 Januari 2020 :

1. Lampung
2. Banten
3. Jawa Barat
4. DKI Jakarta
5. Jawa Tengah
6. Jawa Timur
7. D.I. Yogyakarta
8. NTB
9. NTT
10. Kalimantan Timur
11. Kalimantan Tengah
12. Sulawesi Utara
13. Sulawesi Tengah
14. Sulawesi Barat
15. Sulawesi Selatan
16. Sulawesi Tenggara
17. Maluku
18. Papua

Periode 05 - 07 Januari 2020 :

1. Bengkulu
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. D.I. Yogyakarta
6. NTB
7. NTT
8. Kalimantan Barat
9. Sulawesi Selatan
10. Maluku
11. Papua Barat
12. Papua

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandnag, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," ungkap Drs R Mulyono R Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu http://www.bmkg.go.id; follow media sosial @infoBMKG; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Tim SAR melakukan pencarian terhadap tiga korban yang tertimbun longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat (3/1/2019).
Tim SAR melakukan pencarian terhadap tiga korban yang tertimbun longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat (3/1/2019). (ANTARA/HO-Basarnas)

Tewaskan 9 Orang

Bencana banjir dan longsor di Jabodetabek tahun 2020, berdampak buruk.

Sebab, korban tewas banjir dan longsor di Jabodetabek, sebanyak 9 orang.

Diketahui, 4 korban banjir dan longsor di Jabodetabek diantaranya tewas akibat hipotermia.

4 korban tewas tersebut berasal dari DKI Jakarta yang mayoritas (lanjut usia).

Hal ini diterangkan Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo, bencana banjir dan longsor Rabu (1/1/2020).

"Data yang berhasil dihimpun oleh BNPB dari berbagai sumber menemukan ada 9 korban meninggal dunia karena bencana banjir dan tanah longsor," kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

Korban pertama ialah lansia Ali (82) dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Korban disebut mengalami hipotermia.edangkan korban kedua, lansia bernama Siti Hawa (72), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Korban meninggal karena hipotermia.

Korban ketiga masih dari Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Korban bernama Willi Surahman juga meninggal karena hipotermia.

Adapun korban keempat dari Kemayoran, Jakarta Pusat Arfiqo Alif (16) tewas tersengat listrik saat banjir.

Sedangkan korban selanjutnya ialah Rumsinah (68) dari Depok.

Korban yang beralamat di Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok meninggal karena tertimbun tanah longsor.

Korban longsor selanjutnya ialah N (8) Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok.

Ia juga tewas karena tertimbun longsor.

Korban longsor Depok selanjutnya ialah Amelia (27) warga Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok.

Sisanya korban terseret arus banjir di Kabupaten Bogor, Marsdianto (20).

Ia tewas karena terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul.

Selain itu, korban lainnya dari Bogor ialah Kusmiyati (30).

Korban tewas karena tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.

"BMKG memprediksi masih terjadi hujan pada hari ini sehingga masih mungkin terjadi banjir lagi"

"BNPB menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang potensi banjirnya akan meningkat agar evakuasi ke tempat aman terlebih dahulu," kata Agus.

Agus menekankan terpenting untuk warga ialah selamatkan jiwa terlebih dahulu.

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved