Breaking News:

Pesawat Jatuh

Sejak 2014 Malaysia Airlines MH370 Hilang Kontak, Diduga Pilot Sengaja Jatuhkan Diri

Pesawat MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing, membawa 239 penumpang dan dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 hingga saat ini.

article.wn.com
Pesawat Malaysia Airlines MH370. 

TERUNGKAP maskapai Malaysia Airlines MH370 sengaja dijatuhkan pilotnya sendiri.

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, Rabu (19/2/2020), mengatakan Malaysia tidak pernah mengesampingkan kemungkinan bahwa pesawat Malaysian Airlines dengan nomor penerbangan MH370 sengaja telah dijatuhkan oleh pilotnya sendiri.

Pesawat MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing, membawa 239 penumpang dan dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 hingga saat ini.

Najib, yang menjadi perdana menteri ketika pesawat itu hilang dengan 236 penumpang dan awaknya hampir enam tahun lalu, memberikan komentar atas pernyataan mantan perdana menteri Australia Tony Abbott.

Temuan Baru Memperkuat Teori Pilot MH370 Membunuh Penumpang Lalu Bunuh Diri

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak saat menyampaikan kabar terbaru terkait pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, Senin (24/3/2014).
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak saat menyampaikan kabar terbaru terkait pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, Senin (24/3/2014). (AFP)

Abbott mengatakan para pemimpin Malaysia sejak awal telah mempertimbangkan kemungkinan bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah mungkin telah melakukan pembunuhan massal.

“Pengertian yang saya peroleh dari para pemimpin tingkat tinggi Malaysia sejak awalnya adalah bahwa mereka berpendapat peristiwa itu kemungkinan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh pilotnya,” kata Abbott dalam film dokumenter tentang tragedi itu yang dibuat oleh Sky News dan disiarkan pada Rabu.

Kata Najib kepada portal berita Free Malaysia Today, para pejabat Malaysia telah mempertimbangkan skenario itu ketika penyelidikan sedang berlangsung, tetapi memutuskan tidak mengumumkannya kepada publik.

“Akan sangat tidak adil dan tidak bertanggung jawab secara hukum, karena kedua kotak hitam pesawat itu belum ditemukan, dan karenanya tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa pilot lah yang sepenuhnya bertanggung jawab atas hilangnya pesawat itu,” kata Najib.

Misteri MH370 Dinyatakan Lenyap Belum Terungkap Sejak Tahun 2014

Pesawat MH370 Masih Utuh di Dasar Samudera Hindia

Pengakuan nelayan Indonesia

Rusli Khusmin (42), seorang nelayan asal Indonesia mendadak menjadi muncul di sejumlah media luar negeri pada awal tahun 2019 lalu atau sekitar 5 tahun setelah pesawat itu jatuh.

Bagaimana tidak, Rusli mengklaim jika dirinya tahu lokasi pesawat MH370.

Pesawat MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing, membawa 239 penumpang dan dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 hingga saat ini.

Dilansir dari dailymail.co.uk, bahkan Rusli diterbangkan secara khusus oleh sebuah LSM Malaysia ke Kuala Lumbur, Malaysia untuk memberikan kesaksiannya.

Berikut ini rangkuman fakta pengakuan Ruslin, nelayan tentang jatuhnya MH370 jatuh yang telah dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber pada Kamis (17/1/2019) .

1. Rusli Merekam Titik Koordinat Jatuhnya Pesawat

Rusli gunakan GPS untuk rekam titik koordinat jatuhnya pesawat MH370
Rusli gunakan GPS untuk rekam titik koordinat jatuhnya pesawat MH370 (dailymail.co.uk)

Dalam jumpa pers di Subang Jaya, Kuala Lumpur, Rusli menceritakan, pesawat itu jatuh dalam kondisi mengeluarkan asap pekat hitam.

"Aku lihat pesawat itu terbang oleng dari kiri ke kanan, seperti layangan putus," ujar Rusli dilansir dari dailymail.co.uk.

"Tidak ada suara, hanya asap hitam karena kebakaran, sebelum akhirnya pesawat terjun ke laut," lanjut Rusli.

Menurut Rusli, lokasi jatuhnya pesawat ada di Selat Malaka, sisi timur dari Kota Langsa, Aceh.

Rusli tidak hanya melihat jatuhnya pesawat, tapi juga merekam koordinat posisi jatuhnya pesawat.

Koordinat itu direkamnya dengan sebuah alat GPS.

Penumpang dan kru Malaysia Airlines MH370 yang hilang dalam penerbangan dari Kualalumpur ke Beijing.
Penumpang dan kru Malaysia Airlines MH370 yang hilang dalam penerbangan dari Kualalumpur ke Beijing. (Kompas.com)

2. Rusli dan Rekannya Kecewa dan Memilih Bungkam

Rusli mengaku, sepulang melaut, ia sebetulnya sudah berusaha menghubungi sejumlah pihak berwenang di Malaysia maupun Indonesia.

Sejumlah pihak kemudian mencari Rusli, bahkan menjanjikan hadiah atas informasi yang dia miliki.

Namun ternyata ia hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi tanpa adanya imbalan.

Dilansir Free Malaysia Today, Rusli dan kawan-kawannya merasa dipermalukan oleh para pencari informasi saat itu.

Karena kecewa dan sakit hati mereka akhirnya memutuskan untuk bungkam, menutup rapat informasi yang mereka miliki.

Tahun 2017 Warga Malaysia Menemui Rusli di Indonesia

Pada 2017 seorang warga Malaysia yang bekerja di LSM Cassa, Jacob George ke Indonesia untuk menemui Rusli.

LSM yang bergerak di bidang perlindungan hak konsumen, kemudian mendengar bila Rusli memiliki informasi jatuhnya MH370.

Jacob merayu Rusli, agar mau memberikan informasinya demi keluarga korban MH370, hingga akhirnya Rusli pun akhirnya bersedia.

Diberitakan sebelumnya, pakar teknologi Ian Wilson pernah mengatakan pada Dailystar, bahwa dirinya berhasil melihat puing pesawat melalui Google Maps.

Puing pesawat hancur itu terlihat berada di tengah hutan di kawasan Kamboja pada Maret 2017 silam.

Dugaan MH370 yang jatuh di hutan belantara wilayah Kamboja tahun 2017 silam (The Sun) Wilson cukup yakin akan temuannya itu dan berencana pergi ke titik lokasi di hutan Kamboja untuk menyelidikinya.

"Aku akan pergi sebab aku merasa itu adalah MH370. Jika bukan, aku juga akan tetap lega karena pertanyaanku telah terjawab," kata Wilson seperti dilansir dari Dailystar.

Tim pencarian MH370 yang resmi sebelumnya pernah merilis pernyataan bahwa MH370 terbang melintasi semananjung Malaysia lalu menghilang di Samudera Hindia.

Meski begitu, hal ini juga belum dapat dipastikan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pesawat Malaysian Airlines MH370 yang Hilang 2014 Lalu Diduga Jatuh Karena Pilot Bunuh Diri

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved