Viral Medsos

Bocah Kelainan Fisik Dibully Kerdil, Menangis dan Ingin Mati, Berujung Dapat Tiket ke Disneyland

Kisah seorang bocah kelainan fisik dibully kerdil oleh teman-temannya menjadi viral di media sosial (medsos).

Bocah Kelainan Fisik Dibully Kerdil, Menangis dan Ingin Mati, Berujung Dapat Tiket ke Disneyland
Tangkap layar Facebook Yarraka Bayles
Kisah seorang bocah kelainan fisik dibully kerdil oleh teman-temannya menjadi viral di media sosial (medsos). 

Kisah seorang bocah kelainan fisik dibully kerdil oleh teman-temannya menjadi viral di media sosial (medsos).

Kisah bocah kelainan fisik dibully kerdil tersebut, sempat menangis dan mengaku ingin mati karena tidak tahan dibully.

Namun kini, sosok bocah kelainan fisik dibully kerdil banjir dukungan hingga mendapatkan tiket ke Disneyland.

Bocah yang bernama Quaden berusia 9 tahun tersebut dibully lantaran bentuk fisiknya yang kerdil.

TERPEROSOK di Got yang Tertutup Genangan Air Saat Hujan Deras, Bocah Malang Ini Tak Tertolong

Stunting Tidak Hanya Sekedar Anak Bertubuh Pendek, Begini Cara Mencegah Anak Tumbuh Kerdil

Ini Alasan Karyawan Segel Ruang Dewan Pengawas TVRI, karena Merasa Adanya Pengkerdilan

Akibat perundungan tersebut, Quaden pun menangis lantaran baginya hal tersebut menyakitkan, bahkan dirinya menginginkan untuk mati.

"Berikan aku tali, aku ingin mati saja," ujarnya sambil menangis, dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (21/2/2020).

Momen pilu tersebut pun direkam oleh sang ibu, Yarraka Bayles, lantas membagikan video tersebut ke akun sosila medianya.

Dalam video tersebut dirinya menunjukkan kepada orang tua dan guru betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh pelaku intimidasi.

Seorang bocah dibully lantaran kondisi fisiknya yang kerdil. (Tangkap layar Facebook Yarraka Bayles) (Tangkap layar Facebook Yarraka Bayles)

Dalam video itu, Yarraka berkata, "Saya baru saja menjemput anak saya dari sekolah, dan menyaksikan episode intimidasi, menghubungi kepala sekolah dan saya ingin orang-orang tahu - orang tua, pendidik, guru - ini adalah efek yang dimiliki oleh intimidasi."

Halaman
123
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved