Aksi 212

Kritik Usul Pajak Knalpot, Massa Aksi 212: Besok Jalan Kaki Jadi Pajak Sandal Jepit

MASSA aksi 212 yang berunjuk rasa di depan Pantung Kuda Monas, Jumat (21/2/2019), meminta para koruptor dihukum gantung.

Wartakotalive/Joko Supriyanto
Massa Aksi 212 mulai mendatangi Patung Kuda Monas untuk menggelar aksi ujuk rasa, Jumat (22/2/2020) 

MASSA aksi 212 yang berunjuk rasa di depan Pantung Kuda Monas, Jumat (21/2/2019), meminta para koruptor dihukum gantung.

Kasus korupsi yang mereka singgung antara lain korupsi di Jiwasraya, Asabri, Bumiputera, dan Garuda Indonesia.

"Usut, usut korupsi. Asabri, bagaimana dana pensiun TNI Polri itu?" kata Sekjen FUI Muhammad al Khaththath di atas mobil komando, Jumat (21/2/2020).

PEMPROV DKI Ingin Monas Terkenal di Akhirat, Kata Sekda Tanggung Cuma Ngetop di Dunia

Tak sampai di situ saja, al Khaththath juga menyinggung Ketua KPK yang baru, Firli Bahuri.

Ia menganggap kinerja KPK mulai melemah, sebab ketua KPK yang baru 3 bulan bekerja, sudah menyetop 36 kasus.

"Ketua KPK baru 3 bulan sudah 36 kasus didiamkan, alias dipetieskan."

Gelar Balapan Formula di Lokasi Cagar Budaya, Sekda DKI: Siapa yang Mau Ngerusak Monas?

"Ini gimana? Lalu sekarang pakai salam Pancasila, ngoceh agama, bikin rese, bikin gaduh," tuturnya.

Pihaknya juga menyinggung rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengusulkan pajak knalpot kendaraan, sebagai bentuk pajak emisi kendaraan.

Massa 212 menilai pemerintah sudah kesulitan membayar utang negara, hingga akhirnya menyusahkan rakyat.

Nodai Anak Sahabat Sampai 5 Kali, Pria Ini Bujuk Korban Pakai Video Porno dan Perhiasan Perak Murah

"Besok jalan kaki jadi pajak sandal jepit."

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved