KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, Firli Bahuri Cs Diingatkan Jangan Sampai Rakyat Bergerak

Ujang Komarudin menyayangkan aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyetop penyelidikan 36 perkara.

TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR
Bangunan 16 lantai yang didominasi warna merah putih dan berlogo KPK, kokoh berdiri di tepi Jalan HR Rasuna Said Kav C-22, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015). 

PENGAMAT politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin, menyayangkan aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyetop penyelidikan 36 perkara.

"Sangat disayangkan jika KPK menghentikan banyak kasus."

"Bukannya ditindaklanjuti tetapi malah dihentikan."

PEMPROV DKI Ingin Monas Terkenal di Akhirat, Kata Sekda Tanggung Cuma Ngetop di Dunia

"Ini tentu menambah kegelisahan dan kegeraman masyarakat pada KPK," ujar Ujang ketika dihubungi Tribunnews, Jumat (21/2/2020).

Ujang juga meminta KPK transparan dan terbuka terkait kasus-kasus apa saja yang disetop tersebut.

Masyarakat, katanya, perlu mengetahui kasus apa yang dihentikan.

Gelar Balapan Formula di Lokasi Cagar Budaya, Sekda DKI: Siapa yang Mau Ngerusak Monas?

Bukan tak mungkin, kata dia, masyarakat akan meragukan kredibilitas lembaga antirasuah tersebut.

Karena, masyarakat bisa berasumsi kasus yang disetop terkait dengan kasus pidana korupsi yang lebih besar daripada kasus-kasus saat ini.

"Buka ke publik dong kasus-kasusnya. Maka wajar jika publik meragukan kredibilitas KPK karena penghentian kasusnya pun tak transparan."

Nodai Anak Sahabat Sampai 5 Kali, Pria Ini Bujuk Korban Pakai Video Porno dan Perhiasan Perak Murah

"Kan bisa saja 36 kasus yang dihentikan itu terkait dengan kasus pidana korupsi yang lebih besar."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved