Amerika Serikat Cabut Status Indonesia Negara Berkembang, Pajak Barang Masuk ke AS Dinaikkan

Amerika Serikat mencabut status Indonesia sebagai negara berkembang. Status Indonesia kini negara maju. Konsekuensinya, proteksi Indonesia berkurang.

Amerika Serikat Cabut Status Indonesia Negara Berkembang, Pajak Barang Masuk ke AS Dinaikkan
Humas Kementerian Perindustrian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 

Amerika Serikat mencabut status Indonesia sebagai negara berkembang. Status Indonesia kini negara maju. Konsekuensinya, proteksi Indonesia berkurang.

Status Indonesia sebagai negara berkembang dicabut.

Amerika Serikat cabut status Indonesia negara berkembang.

Hal itu ditunjukkan dengan tindakan Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (AS) atau Office of the US Trade Representative (USTR) yang mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) termasuk Indonesia dalam daftar negara berkembang.

Artinya, di mata Amerika Serikat, Indonesia menjadi negara maju.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hal ini akan berdampak terhadap fasilitas-fasilitas negara berkembang. 

Erick Thohir Tekankan Peran Penting Anak Muda, Pecat Lima Direksi BUMN-Rombak PT Garuda Indonesia

“Dampaknya tentu fasilitas, Indonesia yang sebelumnya menjadi negara berkembang akan dikurangi, ya kita tidak khawatir itu,” kata Airlangga Hartarto di kantornya, Jumat (21/2). 

Setali tiga uang, ekspor barang-barang Indonesia bakal kena tarif tinggi daripada negara berkembang lainnya.

Sebagai contoh, pajak-pajak impor yang diatur AS atas barang Indonesia bakal lebih tinggi, termasuk bea masuk.

“Tapi belum tentu, kami tidak khawatir,” ujar Airlangga. 

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Suprapto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved