VIrus Corona

Batam Mulai Terkena Efek Virus Corona, Dampaknya Mengerikan

Batam mulai mengalami efek dari virus corona. Simak selengkapnya bagaimana efek virus corona terhadap Batam.

Batam Mulai Terkena Efek Virus Corona, Dampaknya Mengerikan
New York Times
Bandara di Pyongyang Dibersihkan demi menghindari wahab Virus Corona. Korea Utara sangat ketat memperlakukan menyebarnya penyakit ini, bahkan seorang pejabat yang meninggalkan karantina ditembak mati. 

PEREKONOMIAN di Batam mulai terdampak virus corona. 

Sebelumnya, dolar singapura sudah lebih dulu anjlok akibat virus corona yang merupakan wabah wuhan ini. 

Bahkan, dolar Singapura terperosok bahkan diramalkan akan mencapai level terendah sejak 2017.

Kini, sejumlah perusahaan  di Batam kehabisan bahan baku produksi.

Buku Terbitan Tahun 1981 Ramalkan Kondisi Wabah Virus Corona, Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist

Selain itu, tenaga ahli yang berasal dari China tidak bisa datang sehingga kegaiatan produksi terhenti.

Demikan disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kota Batam Rudi Sakyakirti dihadapan sejumlah pemimpin perusahaan di sela-sela kegiatan Costumer Relationship Management (CRM) yang digelar BPJAMSOSTEK Batam Nagoya di Harmoni One Hotel, Rabu (19/2/2020).

Rudi menyebutkan, jika bahan baku hingga akhir Februari 2020 tidak ada, maka sejumlah perusahaan di Batam terpaksa merumahkan karyawan.

"Ada teman-teman perusahaan menyampaikan ke saya, kalau dirumahkan gaji tidak dibayar apa bisa. Saya jawab tidak boleh, ya harus ikuti peraturan yang ada," kata Rudi.

Pasien Terjangkit Virus Corona Kamis 20 Februari di 30 Negara Ada 75.640 Kasus, Meninggal 2121

Gambar yang dirilis kantor berita Xinhua menunjukkan seorang pekerja medis mengecek infus pasien di Ruang Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, pada 24 Januari 2020. Virus corona yang merebak sejak akhir 2019 dilaporkan telah membunuh 213 orang, dengan hampir 10.000 orang terinfeksi.
Gambar yang dirilis kantor berita Xinhua menunjukkan seorang pekerja medis mengecek infus pasien di Ruang Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, pada 24 Januari 2020. Virus corona yang merebak sejak akhir 2019 dilaporkan telah membunuh 213 orang, dengan hampir 10.000 orang terinfeksi. (EPA-EFE / XIONG QI / XINHUA)

Tidak adanya bahan baku ini, kata Rudi karena transportasi tidak ada dari China.

Semua ditutup setelah virus corona tersebar ke mana-mana.

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved