Breaking News:

Berita Jakarta

UPDATE DKJ Tak Ingin Adanya Komersialisasi Total di TIM

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menganggap perlu adanya penyampaian kepada publik mengenai pandangan tentang proses pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Andy Pribadi
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B meninjau keberadaan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang tengah direvitalisasi, Selasa (26/11/2019) 

MENTENG, WARTAKOTALIVE.COM - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menganggap perlu adanya penyampaian kepada publik mengenai pandangan tentang proses pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang baru.

Penyampaian itu berpijak pada paradikma tentang pembangunan ekosistem kesenian di Jakarta yang memiliki visi Jakarta sebagai kota seni bertaraf Internasional.

Jika merujuk kepada persoalan yang terjadi dimana ada dua aspek pergub nomor 63 tahun 2019 dan politik anggaran APBD DKI.

Dalam politik anggaran APBD harus menghadapi pilihan sumber pendanaan.

"Pilihan ada dua APBD atau swasta. Jika swasta tentu saja ada komersialisasi total ruang seni dan ruang publik. DKJ tidak pendukung hal tersebut," kata Ketua DKJ Hikmat, Rabu (19/2/2020).

Jika mengunakan APBD tentunya ada return of investment (Rol) biaya pembangunan dan juga dikembalikan menjadi keuntungan daerah.

Dalam hasil komunikasi antara DKJ dan Jakpro ada mekanisme pembangian hasil.

"Namun belum ada rincian yang jelas mengenai bagaimana mekanisme itu diterapkan, dan apakah akan melibatkan pihak yang mewakili kepentingan seniman," katanya.

Terpisah Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto mengatakan terkait pengelolan dua komponen yang akan diterapkan yaitu pihak yang mengerti infrastruktur dan yang mengerti kesenian.

Sedangkan Jakpro hanya mengurusi mengenai infrastuktur dan pembangunan TIM.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved