Breaking News:

TIKTOK Bakal Jadi Alat BPIP Sosialisakan Nilai Pancasila, Tokoh-tokoh Milenial Bakal Dilibatkan

KEPALA BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, pihaknya sedang merancang program agar sosialisasi nilai-nilai Pancasila dapat menyasar kalangan milenial.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Pancasila 

"Ini penting sekali sekarang ini, sangat penting sekali, Youtuber, selebgram, vlogger, selebtwit, hati-hati, ini paling cepet lewat mereka-mereka ini," beber presiden.

 "Media-media inilah yang membuat kita cepat dalam membumikan Pancasila," lanjut Jokowi.

 Megawati: Jokowi Kebangetan Ya, Saya Pensiunan Presiden Kelima Kok Diturunkan ke Unit Kerja?

Ideologi Pancasila menjadi pokok bahasan dalam acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara ini.

Menurut presiden, suatu bangsa menjadi kokoh karena ideologi bangsa yang tidak terpecah belah.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta jajaran pemerintahan untuk menghasilkan produk ideologi Pancasila

“Sekali lagi, setiap produk kebijakan, produk regulasi, produk undang-undang, rasa ideologi Pancasila itu harus ada. Kalau tidak, sekali lagi, enggak tahu mau ke mana kita,” tegas Presiden Jokowi.

Kejar Anak Muda

Anak-anak muda di Indonesia pun menjadi target utama dari Presiden Jokowi soal pemahaman ideologi bangsa.

Populasi anak muda di Indonesia sendiri hampir separuh dari jumlah penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, Jokowi menilai apabila para anak muda ini tidak memahami soal ideologi bangsa, maka akan berbahaya untuk masa depan.

"Kita melihat struktur demografi kita, siapa. Ya, anak-anak muda kita. Yang mau kita kejar ini."

"Karena ke depan, 129 juta anak-anak muda, itu hampir 48 persen, kalau ini tidak mengerti masalah ideologi, enggak mengerti masalah Pancasila, berbahaya negara ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi instrusikan jajarannya untuk gaet penggiat media sosial untuk sebarkan paham Pancasila
Presiden Jokowi instrusikan jajarannya untuk gaet penggiat media sosial untuk sebarkan paham Pancasila (YouTube Sekretariat Presiden)

Agar pemahaman soal ideologi bangsa ini mudah dimengerti dan tidak monoton, maka presiden menginstrusikan jajarannya, untuk mengidentifikasi kesukaan dari anak muda.

"Kita harus ngerti kita harus paham, media komunikasi yang mereka gunakan apa, juga harus ngerti kegiatan mereka apa, konten yang mereka sukai apa," ucap Jokowi.

Dalam kehidupan generasi milenial, tidak hanya berhubungan dengan sekolah maupun pekerjaan, tetapi juga berhubungan lekat dengan banyak media penghubung dunia maya.

Singgung Aplikasi

Presiden lalu memberi contoh terkait media yang sering digunakan anak muda, mulai dari layanan pesan, hingga media sosial.

"Mereka ini menyerap informasi, menyerap pengetahuan, menyerap nilai-nilai itu dari banyak media," kata Jokowi.

"Lebih detailkan lagi melalui layanan chatting: WA, Telegram, Line, KakaoTalks. Hati-hati, lewat ini penyebaran dimulai. Yang kedua, layanan video: TV, YouTube, Netflix, Iflix, Hoox."

“Ini yang harus kita gunakan kalau kita ingin cepat dan tidak kedahuluan oleh ideologi yang lain.” 

"Juga media sosial, hati-hati: Instagram, Facebook, Twitter, Snapchat," imbuh Jokowi.

Melalui media-media tersebut, Jokowi ingin narasi tentang ideologi bangsa dapat disebarkan, agar tidak disusupi ideologi lain.

Acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila ini  dihadiri oleh beberapa tokoh.

Seperti Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, para anggota Dewan Pengarah BPIP.

Kemudian para menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, para Kepala Staf TNI dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Lihat video selengkapnya mulai menit ke 11.16:

(Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved