Breaking News:

Guru Aniaya Murid

Kirim Surat ke Provinsi Jawa Barat, Disdik Kota Bekasi Minta Oknum Guru Pukul Siswa Ditindak Tegas

DINAS Pendidikan Kota Bekasi mengirim surat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar menindak tegas oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi...

KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA
Murid-murid minta Idiyanto, guru yang pukul murid di SMAN 12 Kranji, Bekasi tetap mengajar, Kamis (13/2/2020) 

"Kewenangan SMA/SMK memang ranahnya provinsi. Namun karena insiden tersebut berada di wilayah Kota Bekasi, tentu kami mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut membantu, karena menyangkut anak-anak didik yang ada di Kota Bekasi..."

DINAS Pendidikan Kota Bekasi mengirim surat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar menindak tegas oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi yang melakukan tindakan kekerasan tehadap siswanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah mengatakan pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan telah mengajukan surat permohonan mutasi bagi oknum guru kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat maupun Gubernur Jawa Barat.

"Kami telah membuat surat ke Kang Emil Gubernur Jabar, mengusulkan guru tersebut agar dimutasi ke daerah lain demi menjaga kondusifitas bagi guru yang bersangkutan dan juga siswa," ujar Inay, Rabu (19/2/2020).

Oknum Guru Pukul Siswa SMA Negeri di Bekasi Ingin Tetap Mengajar di Sekolah Itu

Ridwan Kamil: Saya Sudah Perintahkan Dinas Pendidikan Pecat Guru Pukul Siswa

Datangi SMA Negeri 12 Bekasi, Ketua KPAI Minta Pak Idianto, Guru yang Pukul Siswa Dihukum

Disdik Kota Bekasi, dalam hal ini tidak mempunyai kewenangan langsung terhadap penindakan oknum guru tersebut.

Namun, ia menegaskan pihaknya tetap berupaya memberikan kenyamanan kepada para siswa, utamanya dengan mengajukan mutasi.

"Kewenangan SMA/SMK memang ranahnya provinsi. Namun karena insiden tersebut berada di wilayah Kota Bekasi, tentu kami mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut membantu, karena menyangkut anak-anak didik yang ada di Kota Bekasi," jelas dia.

Menurut Inay, tindakan IM oknum guru itu kepada siswanya sangat tidak pantas, mengingat tugas dari seorang guru ialah mendidik dan menjadi pengayom bagi anak didiknya.

"Saat hari kejadian (IM) dan Kepsek kita panggil. Saya minta kepada beliau untuk meminta maaf kepada siswa-siswa dan orangtua murid supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Karena jelas memang dia sudah mengakui kesalahannya," imbuh dia.

Ia sangat berharap kejadian tersebut menjadi insiden terakhir di dunia pendidikan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved