Breaking News:

Kriminalitas

Terungkap Belum Ada Keluhan Konsumen Terhadap Kosmetik Produksi Home Industri Ilegal di Tapos Depok

Dari hasil penyelidikan, belum ada laporan konsumen yang merasa kesehatan kulitnya terganggu akibat menggunakan kosmetik ilegal mereka

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik industri rumahan atau home industri kosmetik ilegal, yang mengandung bahan berbahaya, di Kampung Jatijajar, RT 3/4, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Sabtu (15/2/2020). 

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik industri rumahan atau home industri kosmetik ilegal, yang mengandung bahan berbahaya dan tanpa izin edar, di Kampung Jatijajar, RT 3/4, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Sabtu (15/2/2020).

Dari sana petugas mengamankan 5 orang, dan tiga diantaranya ditahan serta ditetapkan tersangka.

Sementara dua orang lainnya hanya sebagai pembantu dan tak terlibat dengan produksi kosmetik ilegal di sana.

Tiga orang yang ditetapkan tersangka adalah seorang perempuan berinisial NK, dan dua laki-laki yakni MF dan S.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari hasil penyelidikan, belum ada laporan konsumen yang merasa kesehatan kulitnya terganggu akibat menggunakan kosmetik ilegal mereka.

"Saat ini belum ada keluhan atau konsumen terdampak. Diharapkan mereka melapor ke kami, jika pernah dirugikan atau mengalami gangguan kesehatan kulit akibat menggunakan kosmetika mereka," kata Yusri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/2/2020).

Yusri menjelaskan dari hasil pendalaman diketahui ada 20 dokter kulit dan klinik kecantikan di Jakarta dan Depok, yang menjadi konsumen tetap kosmetik ilegal berbahaya tanpa merek yang dihasilkan home industri ini.

"Jadi selain diedarkan ke sejumlah toko kosmetik di Jakarta dan Depok, ada 20 dokter klinik kecantikan yang menjadi konsumen home industri ini. Data ke 20 dokter itu, sudah ada pada kami," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/2/2020).

Karenanya, kata dia, pihaknya akan memanggil dan memeriksa para dokter itu untuk mendalami kasus ini. "Akan kami mintai keterangan lebih jauh, untuk para dokter kulit klinik kecantikan ini," katanya.

Yusri menjelaskan ketiga tersangka NK, MF dan S, adalah pemilik home industri ilegal di Tapos, Depok itu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved