Berita Jakarta

Rendahnya keberhasilan Anies, Ketua DPRD DKI : Kalau Cuma di Bangku Kerja, Masalahnya Nggak tahu

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar lebih sering turun ke lapangan.

Rendahnya keberhasilan Anies, Ketua DPRD DKI : Kalau Cuma di Bangku Kerja, Masalahnya Nggak tahu
Kolase Kompas.com dan Wartakotalive
Ketua DPRD DKI Marsudi Prasetio saat lapor Mensesneg jika Gubernur Anies Baswedan telah melakukan kebohongan publik soal rekomendasi untuk formula E di sekitar Monas. 

Gambir, Warta Kota
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar lebih sering turun ke lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk mampu mendeteksi persoalan yang terjadi di anak buahnya ataupun masyarakat Jakarta.

“Sekarang pemimpin Jakarta harus banyak di lapangan, jadi tahu masalahnya. Kalau cuma di bangku kerja, masalahnya nggak tahu,” ujar Prasetio di kantornya Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (18/2/2020).

Hal itu dikatakan Prasetio, untuk menanggapi rendahnya keberhasilan Anies.

Yaitu berdasarkan lembaga survei Indo Barometer yang dilakukan pada 9-15 Januari 2020 lalu.

Survei itu menyebut, rata-rata keberhasilan kinerja Anies hanya tembus 14,2 persen atau paling rendah dari dua gubernur sebelumnya, yakni Joko Widodo 31,0 persen dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 25,8 persen.

Dalam kesempatan itu, Prasetio juga meminta kepada Anies Baswedan, supaya tidak selalu percaya dengan anak buah.

Seorang pemimpin harus kembali mengecek pekerjaan anak buahnya, sehingga potensi kesalahan bisa dihindari.

Prasetio mencontohkan kasus kesalahan yang dilakukan kepemimpinan Anies mengenai surat rekomendasi pemakaian Kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai lintasan balap Formula E.

Kata dia, rekomendasi yang harusnya dikeluarkan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI, justru ditulis dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI.

“Pas saya kroscek, rekomendasinya itu belum pernah dikonfirmasi kepada pak Mundardjito (Ketua TACB DKI). Itu salah satu contohnya,” kata dia.

Berdasarkan data yang diperoleh, penanganan banjir yang dilakukan Anies sangat rendah yakni 4,1 persen. Sedangkan Jokowi 25,0 persen dan Ahok 42 persen. Kemudian untuk penanganan kemacetan, Anies hanya peroleh 8,3 persen, Jokowi 25,3 persen dan Ahok 35,3 persen.

Lalu untuk penanganan pendidikan, keberhasilan Anies mencapai 25,3 persen. Angka ini berada di posisi kedua setelah Jokowi mencapai 35,1 persen dan di atas Ahok sebesar 15,3 persen.

Di bidang kesehatan, keberhasilan Anies sebesar 20,4 persen mampu melampaui kinerja Ahok yang hanya mencapai 17,8 persen, sedangkan Jokowi tetap tinggi mencapai 35,7 persen.

Terakhir persoalan ekonomi warga, posisi keberhasilan Anies kembali berada di urutan terakhir. Dengan perolehan 18,0 persen, Ahok 18,4 persen dan Jokowi 33,8 persen. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved