Pabrik Home Industri Komestik Ilegal di Tapos Depok Digrebek Polisi, Tiga Pelaku Diamankan

Pabrik Home Industri Komestik Ilegal di Tapos Depok Digrebek Polisi, Tiga Pelaku Diamankan

Pabrik Home Industri Komestik Ilegal di Tapos Depok Digrebek Polisi, Tiga Pelaku Diamankan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik industri rumahan atau home industri kosmetik ilegal, yang mengandung bahan berbahaya, di Kampung Jatijajar, RT 3/4, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Sabtu (15/2/2020). 

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik industri rumahan atau home industri kosmetik ilegal, yang mengandung bahan berbahaya, di Kampung Jatijajar, RT 3/4, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Sabtu (15/2/2020).

Dari sana petugas mengamankan 5 orang, dan tiga diantaranya ditahan serta ditetapkan tersangka.

Sementara dua orang lainnya hanya sebagai pembantu dan tak terlibat dengan produksi kosmetik ilegal di sana.

Tahun Ini Depok Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik untuk Berbelanja

Taklukkan Arema FC 4-2, Persebaya Tantang Persija Jakarta di Final Piala Gubernur Jatim 2020

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tiga pelaku yang dibekuk dan ditetapkan tersangka adalah seorang perempuan berinisial NK, dan dua laki-laki yakni MF dan S.

"Ketiganya patungan masing-masing Rp 10 Juta untuk membuka pabrik home industri komestik ilegal, sejak 2015 lalu. Jadi ketiganya adalah pemilik home industri ini," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/2/2020).

Menurut Yusri para pelaku mengaku sejak 2019 keuntungan mereka sudah mencapai hingga Rp 250 Juta perbulannya.

"Mereka mengedarkan dan mendistribusikan kosmetik ilegal hasil racikan mereka ini, ke sejumlah toko kosmetik di Jakarta dan Depok," kata Yusri.

Penampakan Kendaraan Dibakar dalam Kerusuhan Suporter Persebaya dan Arema, Ditunggu Laporan Detail

"Bahkan mereka juga mengedarkannya ke beberapa dokter di klinik kecantikan di Jakarta," kata Yusri.

Ia menerangkan kosmetik ilegal yang mereka produksi adalah toner pembersih wajah, cream malam, cream siang dan sabun wajah.

"Saat didistribusikan, semua kosmetik ilegal hasil racikan mereka ini, tanpa merek," kata Yusri.

Dari pabrik home industri ilegal itu menurut Yusri pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti.

Yakni dua dus Pot untuk Cream, dua botol kosong tempat racikan toner, satu karung sterni ACD sebagai bahan campuran cream, satu karung GMS sebagai bahan campuran cream, satu karung citron sebagai bahan campuran cream, mixer dan timbangan, tupperwear, spatula, gigdant, vescolam, dua bungkus cream siap packing seberat 2 Kg dan bahan kimia gel.

VIDEO: Peserta Ujian CPNS Apresiasi Pelaksanaan Tes SKD CPNS Di Walikota Jakarta Selatan

Karena perbuatannya kata Yusri, para tersangka dikenakan Pasal 196 Subsider Pasal 197 Junto Pasal 106 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. "Dengam ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun," kata Yusri.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved