Kesehatan

Benarkah Olahraga Berlebihan Bisa Picu Serangan Jantung? Begini Penjelasannya

TAK disangka Ashraf Sinclair yang selalu hidup sehat bisa terkena serangan jantung. Lalu apa sebenarnya pemicu penyakit jantung ini?

@ashrafsinclair
Ashraf Sinclair olahraga angkat beban atau nge-gym. 

Selain gaya hidup, juga adanya faktor risiko dan keturunan.

Adapun faktor risiko serangan jantung diantaranya karena adanya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, ngorok dan kurang olahraga.

Ilustrasi serangan jantung
Ilustrasi serangan jantung (ehonami.blob.core. windows.net)

Selain itu memiliki gangguan irama jantung, gangguan katup jantung yang tidak disadari.

"Ketika laki-laki berusia 35 tahun harus mulai check up kesehatan jantung, walaupun merasa sehat-sehat saja," saran dokter dari RS Siloam Karawaci ini.

Pasalnya seringakali adanya gangguan irama jantung serta katup jantung tidak disadari kalau tidak dilakukan pemeriksaan. Tahu-tahu terkena serangan dan langsung kolaps.

Mengenai orang yang rajin olahraga namun tetap terkena serangan jantung menurut dokter Antonia seringkali karena yang bersangkutan tidak melakukan checkup dan melakukan olahraga yang berlebihan dan tidak konsisten.

Apalagi saat melakukan olahraga tidak didampingi pelatih atau konsultasi yang bisa membimbing untuk manakar latihannya sudah dianggap berlebihan atau tidak.

" Olahraga, baik kurang atau kelebihan juga tidak baik. Sebaiknya lakukan olahraga didampingi pelatih, dan melakukan check up, " katanya.

Ia menjelaskan, saat olahraga, kebutuhan oksigen sangat tinggi.

Bagi seseorang yang punya kelainan jantung seperti gangguan irama jantung, koroner yang tidak disadari, saat olaharaga kebutuhan oksigen yang sangat tinggi itu menjadi beban bagi jantung.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved