Berita Video

VIDEO : JPU Tuntut Lima Tahun Penjara Pemuda Ancam Penggal Kepala Jokowi

Pemuda yang ancam penggal kepala Presiden Jokowi saat demo di depan Baswaslu bulan Mei 2019 silam dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum

Hermawan Susanto pemuda ancam penggal kepala Presiden Jokowi saat demo di depan Baswaslu dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), P. Permana saat mengelar sidang tuntutan Hermawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020) sore.

Dalam tuntutan itu, JPU Permana mengatakan jika terdakwa di tuntut beberapa pasal dakwan yaitu pasal 104 kuhp, dakwaan kedua pasal 104 kuhp Juncto pasal 110 ayat 1 kuhp atau ketiga pasal 28 ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang
nomor 11 tahun 2008 tentang ITE juncto pasal 55 ayat 1.

"Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, penuntut umum berpendapat bahwa, terdakwa terbukti dan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana ancaman pidana dalam alternatif kedua sebagaimana pasal 104 jo pasal 110 ayat 2," kata JPU P. Permana.

Selama di muka persidangan, tidak ditemukan alasan-alasan yang dapat menghilangkan atau menghapus pertanggung jawaban pidana terdakwa atau tidak ditemukan alasan pemaaf atau pembenar atas perbuatan terdakwa tersebut.

VIDEO : Satgas Antimafia Bola Terima Kunjungan Manajemen Bali United

VIDEO : Ujian Akan Dimulai, Peserta Tes CPNS di Kantor Wali Kota Jakarta Barat Ramai-Ramai ke Toilet

VIDEO : Dampingi Anak Tes CPNS, Orang Tua Peserta Rela Tembus 29 Kilometer Saat Dini Hari

"Maka sudah sepatutnya terdakwa mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dijatuhi pidana penjara serta dibebani biaya perkara setimpal atau sesuai dengan perbuatannya," katanya.

Dalam persidangan ada hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa untuk melanjutkan tuntutan pidana ini, adapun hal yang memberatkan terdakwa berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan, serta menganggu stabilitas keamanan negara, dan membahayakan nyawa seseorang yaitu presiden RI.

Sedangkan hal yang dapat meringankan perbuatan terdakwa, yaitu belum pernah dihukum, menyesal, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, bersikap sopan di depan persidangan.

Meski begitu JPU menganggap jika terdakwa secara sah dan terbukti bersalah melakukan kejahatan makar untuk membunuh atau merampas kemerdekaan presiden sebagaimana diatur dalam pasal 104 kuhp juncto pasal 110 ayat 2.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara, terdakwa tetap ditahan," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Muhamad Rusdi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved