Kasus Narkoba

Lima Tersangka dan 33 Kilogram Sabu Sitaan BNN Tiba di Bandara Halim Perdanakusuma

Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Bea Cukai baru saja menggagalkan penyeludupan narkoba berjenis sabu dan ekstasi

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

MAKASAR, WARTAKOTALIVE.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Bea Cukai baru saja menggagalkan penyeludupan narkoba berjenis sabu dan ekstasi yang berasal dari jaringan Malaysia.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan pihaknya melakukan pengamanan kepada 5 orang tersangka saat operasi di Idi Rayeuk, Aceh Timur dan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Ini ada 5 orang yang kami amankan, sekarang tiba di Halim setelah berangkat dari Aceh dan Medan," ucap Arman di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (17/2/2020).

Lima orang tersangka penyeludupan narkoba dari Aceh dan Sumatera Utara digiring aparat BNN di Bandara Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020).
Lima orang tersangka penyeludupan narkoba dari Aceh dan Sumatera Utara digiring aparat BNN di Bandara Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020). (Wartakotalive.com/Rangga Baskoro)

Arman menceritakan pengendali bisnis haram tersebut merupakan AFL yakni warga Asahan.

Informasi tersebut didapatkannya dari AR, seorang kurir yang sebelumnya telah diamankan BNN bersama 3 orang pelaku lainnya.

Pada saat dilalukan penangkapan, ADL menolak untum menghentikan laju kendaraan roda empat yang dikemudikannya.

Lima orang tersangka penyeludupan narkoba dari Aceh dan Sumatera Utara digiring aparat BNN di Bandara Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020).
Lima orang tersangka penyeludupan narkoba dari Aceh dan Sumatera Utara digiring aparat BNN di Bandara Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020). (Wartakotalive.com/Rangga Baskoro)

Anggota BNN terpaksa melakukan tidakan tegas sehingga ia dan istrinya YUN, yang saat itu ada di dalam mobil, terpaksa ditembak.

AFL terluka di bagian kepala akibat benturan kendaraannya setelah terjadi pengejaran, sedangkan YUN terluka di bagian Dada.

Nyawa AFL tak terselamatkan kala perjalanan menuju rumah sakit.

Halaman
1234
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved