Isu Makar

Dituntut 5 Tahun Penjara, Pemuda Ancam Penggal Kepala Jokowi: Biasa Saja

Hermawan, pemuda pengancam penggal kepala Presiden Jokowi dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.

Dituntut 5 Tahun Penjara, Pemuda Ancam Penggal Kepala Jokowi: Biasa Saja
Warta Kota/Joko Supriyanto
Hermawan pemuda ancam penggal kepala presiden Jokowi dituntu 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Senin (17/2/2020) 

Hermawan, pemuda pengancam penggal kepala Presiden Jokowi dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020) sore.

Usai dirinya dituntut 5 tahun penjara oleh JPU ia pun nampak terlihat biasa saja tanpa ada ekspresi kekecewaan, bahkan Hermawan terlihat lebih tenang.

Ketika diminta menanggapi mengenai tuntutan itu, dengan santai ia mengatakan biasa saja atas keputusan JPU atas tuntutan yang diberikan kepadanya.

"Biasa aja, no comment," kata Hermawan saat meninggalkan ruang siang, Senin (17/2/2020).

Ia juga menyebut akan mengajukan pledoi atas tuntutan yang diberikan oleh JPU yang menuntut lima tahun penjara sesuai yang didakwakan pada Pasal 104 KUHP juncto Pasal 110 ayat 2.

 Ridwan Kamil: Saya Sudah Perintahkan Dinas Pendidikan Pecat Guru Pukul Siswa

 Usai Viral Gendong Pria Terserang Jantung Bripka Sigit Dipanggil Kapolres, Ada Apa?

 Dalam Sidang, Rey Utami Sebut Barbie Kumalasari Suruh Galih Bicara Soal Ikan Asin

 Mahfud MD Beberkan Alasannya Tidak Setuju Pemulangan 660 WNI Bekas Anggota ISIS

"Insya Allah dari penasehat hukum. Bisa ditanyakan langsung saja," ujarnya.

Sebelumnya JPU Permana mengatakan jika terdakwa di tuntut beberapa pasal dakwan yaitu Pasal 104 KUHP, dakwaan kedua Pasal 104 KUHP Juncto Pasal 110 ayat 1 KUHP atau ketiga Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 55 ayat 1.

"Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, penuntut umum berpendapat bahwa, terdakwa terbukti dan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana ancaman pidana dalam alternatif kedua sebagaimana pasal 104 jo pasal 110 ayat 2," kata Permana.

Selama di muka persidangan, tidak ditemukan alasan-alasan yang dapat menghilangkan atau menghapus pertanggung jawaban pidana terdakwa atau tidak ditemukan alasan pemaaf atau pembenar atas perbuatan terdakwa tersebut.

 Saat Ayahnya Dimakamkan Dua Bocah Kakak Beradik Diduga Diculik Pengurus SMK, Dilaporkan Polisi

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved