Breaking News:

Ceburkan Diri untuk Hindari Kejaran Polisi Setelah Tawuran, Remaja Ditemukan Tewas di Danau

TIM SAR menemukan jenazah remaja yang menceburkan diri ke danau karena menghindari kejaran polisi.

ISTIMEWA
Tim SAR temukan pemuda tewas tenggelam di Kelapa Gading karena hindari kejaran polisi, Sabtu (15/2/2020). 

TIM SAR menemukan jenazah remaja yang menceburkan diri ke danau karena menghindari kejaran polisi.

Remaja berinisial RM (18) itu ditemukan tewas, Sabtu (15/2/2020).

Korban ditemukan di danau yang terletak di depan Kompleks Kodamar TNI AL Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jakpro Sebut Formula E di Monas Mendukung Perpres yang Diteken Jokowi

Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, tim SAR segera bergerak ketika mendapatkan informasi RM sengaja menceburkan diri ke danau pada Sabtu (15/2/2020) pukul 02.00 WIB.

Remaja tersebut melarikan diri dari kejaran polisi yang melalukan razia pelaku tawuran.

Korban diketahui bukan warga sekitar, melainkan warga Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

WNI di Wuhan Sempat Berebut Makanan dengan Warga Setempat, Saat Imlek Malah Jadi Kota Mati

"Kemudian kami bersama dengan tim rescue Basarnas Special Group menuju lokasi kejadian."

"Untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban," kata Hendra saat dikonfirmasi, Minggu (16/2/2020).

Pencarian dilakukan dengan membagi regu di tiga area pencarian.

BATU Alam di Monas Kemungkinan Diaspal Permanen, Kata Jakpro Biar Ramah Kaum Disabilitas

Regu pertama melakukan penyisiran menggunakan rubber boat hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian.

Regu kedua melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian.

Sedangkan regu ketiga ditugaskan melakukan penyelaman dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian.

BUNG Karno Jadi Alasan Balapan Formula E Digelar di Monas Tanggal 6 Juni 2020

Setelah 20 jam pencarian, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban, Sabtu (15/2/2020).

Korban ditemukan tepatnya sekitar pukul 22.50 WIB pada radius 25 meter dari lokasi kejadian, dalam keadaan meninggal dunia.

"Malam tadi atas kerja sama tim SAR gabungan kami temukan korban dalam keadaan meninggal dunia."

PESAWAT Lion Air Rute Medan-Jakarta Gagal Terbang karena Pintu Belakang Rusak, Begini Kronologinya

"Saya ucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang menimpa korban," ujar Hendra.

Sesaat ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, korban dievakuasi menuju rumah duka di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur.

Tawuran Malam Hari

Syafie (42), orang tua MN (16) yang tewas akibat tawuran pelajar, merasakan kehilangan mendalam.

Sembari terus mengusap air mata, Syafie mengaku sempat mengalami perasaan tak enak, seolah menjadi firasat akan kehilangan putra bungsunya dari tiga bersaudara itu.

"Ada firasat enggak enak, saya biasanya jualan ikan segar tapi ingin buru-buru nutup, pulang."

 TAWURAN Malam Hari di Depok, Satu Pelajar Tewas Kehabisan Darah

"Karena ingin temenin anak saya. Saya enggak kuat lihat luka anak saya," tutur Syafie kepada wartawan di TPU Grogol, Depok, Jumat (31/1/2020).

Syafie mengaku pertama kali mendapat kabar MN meninggal, dari anak sulungnya.

"Anak saya yang ngasih tahu, bahwa anak bungsu saya (MN) sudah meninggal dunia dan sekarang ada di rumah sakit," ungkapnya.

 Legislator PKS Usul Indonesia Ekspor Ganja, Begini Saran IDI

Dengan kepergian sang anak yang tak diduga-duga berakhir tragis ini, pria yang mencari nafkah dengan berdagang ikan ini pun berharap pelakunya segera tertangkap.

"Saya dan keluarga mudah-mudahan pelakunya cepat ketangkep. Biar dihukum setimpal dengan anak saya," tuturnya.

MN meregang nyawa setelah lehernya mengalami luka sayatan sepanjang 14 sentimeter dari benda tajam, dan juga luka robek di bagian paha akibat tawuran.

 BOS Persija Pastikan Marc Klok Segera Berseragam Macan Kemayoran, Osvaldo Haay Tunggu Tanggal Main

Tawuran pelajar tersebut terjadi sekitar pukul 19:00 di daerah Sawangan, melibatkan dua Sekolah Menengah Kejuruan.

Anggota Piket Polsek Sawangan mendapat telepon dari Komandan Satpam RS Permata, soal adanya korban tawuran.

Karena RS Permata tidak bisa melayani autopsi, polisi kemudian membawa jenazah korban ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi.

 Pelanggan Bayar Rp 150 Ribu, PSK Gang Royal Cuma Dapat Rp 90 Ribu, Transaksi Pakai Voucer

Kemudian, jenazah MN dibawa pulang oleh keluarganya.

"Autopsi diperlukan untuk kepentingan penyelidikan kasus ini."

"Setelah diautopsi di RS Kramatjati, jenazah diserahkan kepada keluarga korban," terang Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan, Jumat (31/1/2020).

 Yasonna Laoly: Yang Bisa Copot Saya Presiden, Bukan ICW!

Sebelumnya, tawuran antar-pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali terjadi di Depok.

Kali ini, korban meregang nyawa setelah terkena sabetan benda tajam.

MN (16) meninggal dunia di Rumah Sakit Permata, Kota Depok, Kamis (30/1/2020) malam.

 BREAKING NEWS Hari Ini Luthfi Alfiandi Divonis, Langsung Bebas Jika Putusan Sesuai Tuntutan Jaksa

Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan, dokter yang menangani korban langsung memberikan pertolongan darurat.

Namun, luka parah yang dialami korban membuat nyawanya tak tertolong.

"Korban mengalami luka robek pada leher sepanjang 14 sentimeter, luka robek pada paha sebelah kanan sepanjang 29 sentimeter."

 Jokowi Baru Tahu Soedirman Wafat karena TBC, Jenderal Besar Pernah Gerilya dengan Satu Paru-paru

"Korban dinyatakan meninggal diduga kehabisan darah," tutur Suprasetyo saat dihubungi Wartakotalive, Jumat (31/1/2020).

Suprasetyo mengatakan, pihaknya mengetahui adanya korban tewas dalam aksi tawuran pelajar, setelah mendapat informasi dari keamanan RS Permata.

Saat itu, MN diantar dua temannya, RA dan MR, menggunakan sepeda motor, Kamis (30/1/2020) malam.

 KURANG Kasih Sayang Orang Tua, Siswi SMP Bikin Prank Mengaku Diculik, 10 Menit Dibongkar Polisi

"Dianterin oleh dua temennya menggunakan motor dengan bonceng tiga. Itu pun kejadianya malam hari," tutur Suprasetyo.

Guna mengungkap peristiwa tersebut, kepolisian melakukan penyisiran dan memeriksa sejumlah saksi serta barang bukti di lokasi kejadian.

"Kami sudah melakukan olah TKP dan menyisir kembali sekitar lokasi."

"Sejumlah saksi masih dilakukan pemeriksaan," jelasnya. (*)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved