Berita Video

VIDEO : Upah Belum Dibayar, Pekerja Proyek Rehab Total SDN di Semper Barat Protes

Sejumlah pekerja proyek rehab total SDN 03/04 dan 11 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, protes menuntut upah mereka dibayarkan

Sejumlah pekerja proyek rehab total SDN 03/04 dan 11 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (15/2/2020) melakukan aksi demo menuntun agar upahnya segera dibayarkan.

Para pekerja melakukan aksi demo dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan
terhadap kontraktor dalam hal ini PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK).

“PT Bangun Cipta Kontraktok (BCK) selaku penanggung jawab proyek ini untuk segera
menyelesaikan semua utang material dan upah pekerja kami yang belum terbayarkan,” tulis spanduk yang dibawa pekerja.

Penanggung jawab proyek Hardi Rosadi mereka yang belum mendapatkan haknya merupakan pekerja dari PT Karya Bumi Indah yang tidak lain subkontraktor PT BCK.

Namun pada 9 Januari 2020 silam, mereka lalu diminta untuk meninggalkan lokasi proyek dengan perjanjian segala haknya akan dipenuhi. Sayang janji manis itu belum juga direalisasikan.

VIDEO: Ojol dan PKL di Jalan Gunung Sahari Ditertibkan Dishub

VIDEO: Penjualan Bucket Bunga Mawar di Bekasi Naik Drastis Saat Hari Valentine

VIDEO: Rampok Berpistol dan Celurit Sambangi Perusahaan Jasa Ekspedisi Barang di Cipayung

“Perjanjian sebelumnya mereka akan bereskan Rp 2,7 miliar dan sampai hari ini belum sama sekali orang-orang saya,” kata Hardi.

Menurut Hardi, jumlah Rp 2,7 miliar tersebut merupakan akumulasi tunggakan PT BCK terhadap mereka mulai dari upah para pekerja hingga pembelian material proyek.

“Tenaga kerja yang belum diselesaikan kurang lebih 58 orang dan total uangnya Rp 385 juta, ditambah ini ditambah itu totalnya Rp 2,7 miliar,” ucap Hardi.

“Dan itu PT BCK sudah mengakui tapi sampai hari ini PT BCK belum bayar sementara kami sudah tinggalkan lapangan,” sambungnya.

Hardi pun berharap agar PT BCK menyelesaikan kewajiban dengan melunasi tunggakannya.

Apalagi para pekerja yang belum mendapat upah juga harus memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya mohon PT BCK kalau masih mau, tolong lah. Kasihan orang-orang kecil,” ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Muhamad Rusdi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved