Berita Jakarta

Upah Pekerja Proyek Rehab Total SDN 03/04 dan 11 Semper Barat Jakarta Belum Dibayar, Pekerja Demo

Sejumlah pekerja proyek rehab SDN Semper Barat, Jakarta Utara, berunjuk rasa karena gaji mereka tidak dibayar kontraktor.

Upah Pekerja Proyek Rehab Total SDN 03/04 dan 11 Semper Barat Jakarta Belum Dibayar, Pekerja Demo
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Sejumlah pekerja proyek rehab total SDN 03/04 dan 11 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (15/2) melakukan unjuk rasa menuntut agar upahnya segera dibayarkan. 

Sejumlah pekerja proyek rehab total SDN 03/04 dan 11 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (15/2) melakukan  demo menuntun agar upahnya segera dibayarkan.

Para pekerja rehab SD demo dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan terhadap kontraktor Dinas Pendidikan DKI itu dalam hal ini PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK).

“PT Bangun Cipta Kontraktok (BCK) selaku penanggung jawab proyek ini untuk segera menyelesaikan semua utang material dan upah pekerja kami yang belum terbayarkan,” tulis spanduk yang dibawa pekerja.

Penanggung jawab proyek Hardi Rosadi mereka yang belum mendapatkan haknya merupakan pekerja dari PT Karya Bumi Indah yang tidak lain subkontraktor PT BCK.

Namun pada 9 Januari 2020 silam, mereka lalu diminta untuk meninggalkan lokasi proyek dengan perjanjian segala haknya akan dipenuhi. Sayang janji manis itu belum juga direalisasikan.

Ramalan Zodiak Minggu 16 Februari 2020 Sagitarius Insentif, Pisces Garap Proyek, Virgo Jauhi Koalisi

Polisi Perpanjang Pembatas Jalan Buntut Penyempitan Ruas di MT Haryono Imbas Proyek LRT

“Perjanjian sebelumnya mereka akan bereskan Rp 2,7 miliar dan sampai hari ini belum sama sekali orang-orang saya,” kata Hardi, Sabtu (15/2).

Menurut Hardi, jumlah Rp 2,7 miliar tersebut merupakan akumulasi tunggakan PT BCK terhadap mereka mulai dari upah para pekerja hingga pembelian material proyek.

“Tenaga kerja yang belum diselesaikan kurang lebih 58 orang dan total uangnya Rp 385 juta, ditambah ini ditambah itu totalnya Rp 2,7 miliar,” ucap Hardi.

“Dan itu PT BCK sudah mengakui tapi sampai hari ini PT BCK belum bayar sementara kami sudah tinggalkan lapangan,” sambungnya.

Hardi pun berharap agar PT BCK menyelesaikan kewajiban dengan melunasi tunggakannya.

Apalagi para pekerja yang belum mendapat upah juga harus memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya mohon PT BCK kalau masih mau, tolong lah. Kasihan orang-orang kecil,” ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved