Reckitt Benckiser Gandeng Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Atasi Masalah Gizi di Indonesia

PT Reckitt Benckiser Indonesia menggandeng CPHI Faktultas Kedokteran Universitas Udayana untuk mengatasi gejala stunting di Indonesia.

Reckitt Benckiser Gandeng Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Atasi Masalah Gizi di Indonesia
istimewa
Penandatanganan MoU antara PT Reckitt Benckizer Indonesia dengan FK Universitas Udayana, Bali. 

PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia menggandeng Center of Public Health Innovation (CPHI) Faktultas Kedokteran Universitas Udayana untuk mengatasi gejala stunting di Indonesia.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Berawal pada tahun 2019 dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan RB tentang Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Upaya Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk dapat menjalankan amanah yang diberikan Kemenkes RI, maka RB memutuskan untuk menjalin kemitraan strategis dengan CPHI yang juga memiliki misi yang sama dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.

“CPHI sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyambut positif kerjasama lintas pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam project di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar ini. Kami percaya lewat kolaborasi masyarakat, desa adat, dan seluruh kader akan menjadikan upaya ini memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya desa Lebih kabupaten Gianyar”, ujar dr. Pande Januraga MKes, DrPH-Ketua CPHI Universitas Udayana.

MoU
MoU (istimewa)

Upaya penanggulangan stunting adalah agenda prioritas nasional.

Bahkan dalam RPJMN tahun 2020-2024 dicanangkan target pencapaian 6,5% angka kemiskinan dan 14% angka prevalensi stunting hingga pengujung tahun 2024.

Tahun 2019 angka prevalensi stunting nasional berada pada level 27,67%.

Sebagai bagian dari pelaku usaha di Indonesia, RB sepakat melakukan kerjasama untuk secara aktif berpatisipasi dalam rencana kerja nasional terkait stunting.

Dari berbagai kajian dan data yang telah dipublikasikan pada tahun 2019 diperkirakan tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar adalah 9-12%, jauh lebih baik dari publikasi RISKESDAS 2013.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved