Aborsi Ilegal

Selama 21 Bulan Klinik Aborsi di Paseban Dapat Untung Rp 5,5 Miliar Lebih, Layani 903 Pasien Aborsi

Terhitung selama 21 bulan klinik aborsi di Paseban beroperasi, keuntungan klinik aborsi di Paseban miliaran lebih atau Rp 5,5 miliar lebih.

Selama 21 Bulan Klinik Aborsi di Paseban Dapat Untung Rp 5,5 Miliar Lebih, Layani 903 Pasien Aborsi
Daily Mirror
ILUSTRASI - Terhitung selama 21 bulan klinik aborsi di Paseban beroperasi, keuntungan klinik aborsi di Paseban miliaran lebih atau Rp 5,5 miliar lebih. 

Terhitung selama 21 bulan klinik aborsi di Paseban beroperasi, keuntungan klinik aborsi di Paseban miliaran lebih atau Rp 5,5 miliar lebih.

Diketahui, klinik aborsi di Paseban melayani 1632 pasien, dan 903 pasien klinik aborsi di Paseban berhasil aborsi.

Berikut ini, penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, tekait jumlah pasien dan keuntungan klinik aborsi di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan jika klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat beroperasi selama 21 bulan dengan total pasien yang dilayani sebanyak 903 pasien aborsi.

Polisi Sebut Tiga Pelaku Klinik Aborsi di Paseban Residivis Kasus Aborsi di Bekasi

Dokter Ngaku Lulusan Universitas di Sumut Terlibat Praktik Aborsi Ilegal, Dibongkar di Paseban Raya

BREAKING NEWS: Polisi Bongkar Klinik Praktik Aborsi Ilegal di Paseban, Tiga Orang Ditangkap

Menurutnya dari 903 pasien yang datang dan dilakukan aborsi, para pelaku meraup hasil hingga Rp 5,5 miliar lebih.

"Ada 1632 pasien yang dia tangani, tapi yang aborsi 903 orang, total operasi sudah 21 bulan, total uang yang didapat sebesar Rp 5,5 miliar lebih," kata Kombes Pol Yusri, Jumat (14/2/2020).

Menurut Yusri dari keterangan para pelaku, jika pasien yang datang kebanyakan berasal dari oramg yang mengalami masalah hamil luar nikah, namun ada pula kontrak kerja yang dilarang hamil, serta gagal KB.

"Rata-rata yang diaborsi yang hamil di luar nikah, tapi ada jugakontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil," katanya.

Sementara itu, para pelaku yang berprofesi sebagai dokter, bidan dan karyawan ini juga mempromosikan kegiatan ilegal ini melalui sebuah website www.kliniknamora.biz dengan mengunakan kalimat-kalimat yang seakan-akan ditangani oleh dokter profesional.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved