Aborsi Ilegal

Polisi Temukan Janin di Septic Tank Saat Penggrebekan Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Jakarta Pusat

Petugas Polda Metro Jaya sempat menemukan janin saat pengrebekan klinik aborsi ilegal di Paseban Jakarta.

Polisi Temukan Janin di Septic Tank Saat Penggrebekan Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Jakarta Pusat
Warta Kota/Joko Supriyanto
Subdit III Sumdaling Ditreskrimum Polda Metro Jaya bongkar klinik praktik aborsi ilegal di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. 

Petugas Polda Metro Jaya sempat menemukan janin saat pengrebekan klinik aborsi ilegal di Paseban Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya sempat menemukan janin saat pengrebekan klinik aborsi ilegal di Paseban Jakarta Pusat.

Jasad Janin itu ditemukan di sebuah septic tank, usai janin itu diperkirakan berusia enam bulan. Kendati demikian pihaknya masih menyelidiki kasus ini.

Dinkes DKI Pastikan Klinik Aborsi Paseban Ilegal dan Tak Mengantongi Izin

"Ada janin yang ditemukan di septic tank, dan pasien yang akan melakukan aborsi," kata Kombes Pol Yusri, Jumat (14/2/2020)

Menurut Yusri, pasien Klinik Paseban berasal dari seluruh Indonesia karena keberadaan klinik itu disebarkan secara online melalui sebuah website. Sebagian besar pasien melakukan aborsi karena hamil di luar nikah dan tuntutan pekerjaan.

"Rata-rata yang aborsi karena hamil di luar nikah, adanya kontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil, atau gagal KB (Keluarga Berencana)," kata Yusri.

Polisi Sebut Tiga Pelaku Klinik Aborsi di Paseban Residivis Kasus Aborsi di Bekasi

Sementara itu ketiga pelaku MM (dokter), RM (Bidan), dan S selaku karyawan bidang pendaftaran pasien dan administrasi yang diamankan merupakan residivis kasus serupa.

Pelaku MM bukanlah dokter spesialis kandungan, melainkan hanya dokter umum, namun ia mencari keuntungan akan prakter ilegal tersebut.

"Dia ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena disersi ngak pernah masuk dipecat, pernah bermasalah juga di Polres abekasi tentang kasus aborsi Bekasi, divonis 3 bulan. Juga pernah kasus aborsi pada tahun 2016, jadi setelah bebas kembali lagi," kata Yusri.

Selama 21 Bulan Klinik Aborsi di Paseban Dapat Untung Rp 5,5 Miliar Lebih, Layani 903 Pasien Aborsi

Tak hanya itu, MM juga dibantu oleh 2 tersangka lain, dua RM dan SI juga pemain lama yang pernah menjadi residivisi dalam kasus serupa.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved