Berita Jakarta

Ojol dan PKL di Jalan Gunung Sahari Ditertibkan: Kalau Mau Usir, Usir Semua!

Para pengemudi ojek online (ojol) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (14/2) ditertibkan

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, ditertibkan, Jumat (14/2/2020). 

Dinas Bina Marga DKI Jakarta merekomendasikan delapan titik trotoar yang akan ditempati pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Syarat utama trotoar yang akan diisi PKL memiliki dimensi lebar di atas lima meter.

“Sampai sekarang masih kami kaji untuk PKL untuk merekomendasikan titik PKL."

"Tapi sejauh ini ada tujuh sampai delapan titik,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Minggu (19/1/2020).

Hari mengatakan, sebagai pihak yang menata trotoar, lembaganya memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi.

Nantinya hasil kajian dan rekomendasi itu akan diserahkan kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk mengeluarkan surat ketetapan.

“PKL di sana nanti tidak boleh menetap atau permanen, modelnya boks (mobil) dan itu tunggu Pergub dan penetapan dari Wali Kota dulu,” ujar Hari.

Dia menuturkan, ada beberapa jenis rekomendasi yang dikeluarkan lembaganya kepada lembaga terkait.

Rekomendasi itu di antaranya soal titik PKL, ukuran tempat PKL, spesifikasi trotoar yang diperbolehkan, dan penataannya harus sesuai Rencana Tata Ruang Ruang Wilayah (RTRW).

“Nantinya yang jelas harus sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 tahun 2014 (tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan)."

Halaman
1234
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved