Breaking News

BREAKING NEWS: Legendaris Piala Uber 1975 Tati Sumirah Meninggal di RS Persahabatan

Tati Sumirah meninggal dunia pada usia 68 tahun di Rumah Sakit Persahabatan karena penyakit jantung

BREAKING NEWS: Legendaris Piala Uber 1975 Tati Sumirah Meninggal di RS Persahabatan
tribunnews
Tati Sumirah, atlet legendaris bulu tangkis peraih Uber Cup tahun 1975. Ia sebagai salah satu veteran yang mendapatkan Penghargaan Atlet Veteran Tahun 2019. 

WARTA KOTA -- Kabar duka bagi dunia olahraga Indonesia, khususnya cabang olahraga bulu tangkis.

Tati Sumirah meninggal dunia pada usia 68 tahun.

Tati Sumirah pemain bulu tangkis yang ikut mengantarkan Indonesia untuk kali pertama sukses memboyong Piala Uber 1975.

Tati Sumirah meninggal di RSUP Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis, (13/2/2020) malam.

Sakit Diabetes dan Jantung, Tati Sumirah Masih Koma di Hari Kesembilan di RSUP Persahabatan

Meninggalnya almarhumah dikonfirmasi oleh keponakannya Reza Aditya.

"Allah berkedendak lain, bu Tati sudah tidak sakit lagi sekarang," kata Reza kepada Warta Kota, Kamis, (13/2/2020) malam.

Almarhum meninggal sekitar pukul 22.25 WIB.

Sebelum meninggal, Reza mengatakan bahwa sejak TC Scan dilakukan sore tadi, dokter mengatakan bahwa kondisi denyut jantung almarhum jauh dari normal.

"Bude (sapaan Tati) denyut jantungnya dua kali lipat dari jantung normal. Normal kan 100, bude 210. Dokter jelasin hal kemungkinan terburuk," kata Reza. Namun sore tadi ia masih berharap dan berdoa agar almarhum bisa pulih.

Namun, pada malam sekira pukul 22:25 WIB, almarhum meninggal dunia.

Almarhum akan dimakamkan di TPU Rawamangun besok, Jumat, (14/2/2020).

Sebelum dimakamkan, almarhum akan dibawa dulu ke rumah duka di Jalan H Djubris Rt 10 rw 08 No. 52 kel. Jatinegara Kecamatan Cakung  atau  Kampung Waru Doyong RT 10/008 No 52  Jatinegara, Kecamatan  Cakung. 

Kronologi Pahlawan Bulutangkis 1975 Tati Sumirah Masuk Rumah Sakit

Memasuki hari ke lima, Tati Sumirah, salah satu pahlawan piala Uber 1975 masih dirawat di ruang ICU RSUP Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur.

Ia dirawat karena gula darahnya tinggi dan masalah pada paru-parunya.

Reza Aditya salah satu keponakannya mengatakan bahwa Tati dibawa ke rumah sakit sejak Selasa, (4/2/2020) pukul 09:00 WIB.

 Tati Sumirah Pahlawan Piala Uber Terbaring di ICU

 Video Detik-detik Tentara Thailand Tembaki Kuil dan Mall Membabi Buta, Puluhan Orang Tewas

Ia mengatakan kronologinya saat ditemui di lantai IV ruang tunggu RSUP Persahabatan.

"Saat Senin malam (3/2/2020) bu Tati mengalami demam biasa dan masih bisa ke kamar mandi.

Namun pukul 03:00 WIB sampai pukul 04:00 WIB kondisi bu Tati berbeda, nafasnya terengah-engah, dan tidak bisa bangun.

Bu Tati hanya terbaring di kasur," kata Reza kepada Warta Kota, Minggu,( 9/2/2020).

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi terbaring, Tati masih ingin bergerak walaupun tak kuasa lagi. Hal tersebut membuat ia dan keluarga membawa Tati ke rumah sakit.

 Wajah Terekam Jelas CCTV, 3 Pelaku Pencurian Rumsong Diringkus Polisi, Ini Daftar Barang Buktinya

"Awalnya IGD, tapi saat di IGD bu Tati sempat berontak juga, namun ditangani langsung. Beberapa hari di IGD baru dipindah ke ICU," tambahnya.

Dirawat di ICU, Reza menjelaskan bahwa ada dua dokter yang menangani Tati yaitu dokter Jantung dan dokter spesialisasi serta kepala ICU.

"Sejauh ini yang saya baru tau gula darah beliau yang naik. Kemarin saat di check sampai 450. 

"Tapi sekarang sudah mendingan ke 250, walaupun itu masih tergolong tinggi. Untuk penyakit yang lebih spesifik nanti di hari ke lima baru dijelaskan oleh dokter,"jelasnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa kondisi terkini Tati mulai membaik dibanding kondisi sebelumnya.

Ia menilai hal tersebut dari pengurangan alat-alat oksigen yang tidak sebanyak di awal serta kadar obat tidur yang juga semakin dikurangi.

 Ditinggalkan Putri Semata Wayangnya, Begini Ungkapan Mengharukan Karen Pooroe Supaya Tetap Tabah

Namun, menurutnya pada hari ke lima akan di cek kembali untuk pernafasan Tati apakah stabil atau tidak.

"Nanti dokter yang memberitahukan hasilnya kepada kami di hari Senin. Saya sudah tanyakan susternya juga, lebih spesifiknya hari ke lima baru diberitahu," ucapnya.

Ia menginformasilan bahwa ini kali pertama Tati dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, Tati tidak pernah mengalami sakit setelah pensiun dan setelah bekerja. Reza beranggapan bahwa Tati yang memiliki sifat yang aktif membuatnya kuat selama ini.

"Mungkin karena mantan atlet jadi tidak bisa diam dirumah, semua dikerjakan oleh beliau. Makanya ketika masuk rumah sakit, teman-teman beliau juga kaget," terangnya. 

 DPK PPNI Gelar Acara International Nursing Seminar And Workshop Stroke Rast Track

Raih Piala Uber 1975

Siapa yang tidak mengenal legenda bulu tangkis Indonesia Tati Sumirah.

Ia adalah pemain yang ikut mengantarkan Indonesia untuk kali pertama sukses memboyong Piala Uber 1975.

Namun, sejak Selasa, 4 Februari 2020, dirawat di RSUP Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur.

Ia dirawat karena gula darahnya tinggi dan ada masalah pada paru-parunya.

Hingga Minggu, (9/2/2020), Tati masih dirawat di ICU lantai 4.

 Sebelum Meninggal, Almarhumah Yanti Noor Pernah Menyampaikan Pesan Ini ke Anak-anaknya, Apa Itu?

Bahkan, sejak masuk rumah sakit, kondisi mantan pebulutangkis yang membela tim timnas pada 1972-1981 itu juga belum sadar penuh.

“Kami memohon doa masyarakat bulutangkis Indonesia untuk kesembuhan Tati Sumirah.

"Dia adalah salah satu pahlawan bulutangkis yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Saya pun mengetuk kepedulian pemerintah dan PBSI untuk kesembuhan Tati,” sebut Juniarto Suhandinata, Wakil Ketua Umum PB Tangkas Jakarta, klub bulutangkis tempat Tati bergabung sejak 1966.

Sebagai pemain, prestasi paling fenomenal diukir Tati saat memperkuat tim Indonesia pada putaran final Piala Uber 1975.

Dia menjadi satu-satunya pemain tunggal putri yang mempersembahkan angka kemenangan buat Skuad Garuda.

 Grand Design Joey Roy Calon Ketum The Jakmania Nomor Urut 2

Dalam babak final di Istora Senayan, Jakarta, 6 Juni 1975, Indonesia sukses merebut Piala Uber setelah menang 5-2 atas juara bertahan Jepang.

Tati sukses menyumbangkan poin kemenangan dengan menekuk Atsuko Tokuda, 11-5, 11-2.

Sementara, Theresia Widiastuti dikalahkan Hiroe Yuki, 7-11, 1-11 dan Utami Dewi dijegal Noriko Nakayama, 5-11, 3-11.

Namun, di empat partai ganda, pemain tuan rumah tampil hebat. Pasangan Regina Masli/Minarni Sudaryanto menggusur Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa, 15-6, 6-15, 15-9.

Lalu, Imelda Wigoena/Theresia Widiastuti menang atas Hiroe Yuki/Mika Ikeda, 15-4, 15-9.

Berikutnya, Regina/Minarni mengatasi perlawanan Hiroe Yuki/Mika Ikeda, 15-8, 15-11, dan Imelda /Theresia menggulingkan Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa, 17-14, 15-0.

Ditambahkan oleh Juniarto, kehidupan Tati setelah gantung raket pada 1981 memang kurang beruntung.

 Grand Design Joey Roy Calon Ketum The Jakmania Nomor Urut 2

Apalagi saat itu tidak ada yang namanya bonus bagi pemain yang berprestasi, termasuk Tati.

Tawaran untuk melatih di bekas klubnya, PB Tangkas, ditolak karena dia tidak berbakat jadi pelatih.

Untuk menyambung hidup, Tati sempat bekerja sebagai kasir di sebuah apotek di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Namun, atas budi baik rekan-rekannya, Tati kemudian mendapat pekerjaan baru sebagai tenaga di bagian perpustakaan perusahaan minyak pelumas di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Kami, sekali lagi mengharapkan kepedulian dan uluran tangan pemerintah dan PBSI untuk membantu biaya pengobatan salah satu pahlawan bulutangkis Indonesia ini,” tukas Juniarto. (m21).

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved