Virus Corona
Antisipasi Virus Corona, Ribuan Awak Kapal Tiongkok Diperiksa KKP Tanjung Priok dalam Radius 4 Mil
Petugas yang melakukan pemeriksaan harus berlayar menuju tempat kapal-kapal itu berhenti yakni radius 4 mil dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Fred Mahatma TIS
“Pemeriksaan suhu tubuhnya normal semua, tidak ada yang demam, tidak ada yang menunjukkan gejala batuk, pilek, sesak, tidak ada..."
RIBUAN awak kapal asal Tiongkok menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengantisipasi virus corona.
Kepala KKP Kelas I Pelabuhan Tanjung Priok Jefri H Sitorus mengatakan, sudah ada 58 kapal yang didatangi sejak awal tahun.
“Mulai dari 1 Januari sampai 12 Februari kemarin itu, ada 58 kapal dari China,” kata Jefri, Kamis (13/2/2019).
• Menteri Terawan Tersinggung Gara-Gara Diremehkan Soal Tak Mampu Deteksi Virus Corona
• Turis China yang Singgah di Bali Diduga Kena Virus Corona Bukan Bali Tapi di Shanghai, Ini Alasannya
• Burung Gagak Serbu Kota Wuhan, Efek dari Virus Corona? Ini Penjelasannya
Petugas yang melakukan pemeriksaan harus berlayar menuju tempat kapal-kapal itu berhenti yakni radius 4 mil dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju perairan Teluk Jakarta.
Petugas yang naik ke atas kapal menggunakan alat pelindung diri seperti masker N95, sarung tangan, dan baju apron.
Petugas kemudian memindai tubuh para awak kapal dengan thermo gun dan melakukan pemeriksaan fisik lainnya.
"Jumlah ABK-nya 1.181 orang itu kita periksa semua," ujar Jefri.
Negatif
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh awak kapal dinyatakan tidak mengalami gejala-gejala sehingga dinyatakan negatif virus corona.
“Maksudnya pemeriksaan suhu tubuhnya normal semua, tidak ada yang demam, tidak ada yang menunjukkan gejala batuk, pilek, sesak, tidak ada," katanya.
Pemeriksaan semacam ini akan dilakukan secara berkala. Apabila nantinya ada yang dinyatakan positif, maka tindakan karantina akan dilakukan.
"Kalau positif kita lakukan karantina di dalam kapal selama 14 hari," ungkap Jefri.
Hingga saat ini puluhan kapal dengan awaknya itu belum diizinkan masuk ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka masih harus berada di dalam kapal hingga waktu yang belum ditentukan.