Berita Video

VIDEO : 799 Kendaraan Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Jakarta Pusat

799 kendaraan terjaring razia gabungan Samsat dan Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020)

Sebanyak 799 kendaraan terjaring razia gabungan Samsat Jakarta Pusat dan Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020) tadi pagi.

Selain melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, razia juga menyasar terkait pajak kendaraan bermotor, mereka yang belum membayar pajak kendaraanya pun dikenakan sanksi tilang.

Sekertaris Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, Pilar Hendrani mengatakan jika razia ini sebagai bentuk upaya peningkatan pendapatan pajak kendaraan bermotor, terlebih masih banyak kendaraan mewah yang belum membayar pajak.

Tak hanya itu, razia ini juga sebagai bentuk sosialisasi terkait realisasi dari peraturan yang secara jelas tertuang dalam Undang-undang Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 pasal 110.

VIDEO : Bacok Petugas Saat Ditangkap, Polisi Tembak Mati Rampok Spesialis Moge

VIDEO : Viral, Tak Saling Kenal, Pria Lamar Gadis Lewat DM Instagram Dua Bulan Langsung Menikah

Dimana baik itu mobil atau sepeda motor yang menunggak pajak selama dua tahun berturut-turut dari masa berlaku STNK lima tahunan, maka otomatis menjadi barang rongsok, karena tidak ada opsi pemutihan atau registrasi ulang.

"Saat ini terget Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) DKI sebesar Rp. 9,5 triliun, dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Rp. 5,9 triliun. Artinya berharap dengan berkolaborasi dengan kepolisian bukan hanya sekedar meningkatkan kepatuhan pajak tapi juga kepatuhan masyarakat dalam tertib berlalu lintas," kata Pilar Hendrani, Kamis (13/2/2020).

Untuk meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan, Pilar menyebut akan rutin mengelar razia pajak kendaraan berkolaborasi dengan petugas Kepolisian, tak lain untuk meningkatkan pajak kendaraan bermotor.

"Jumlah kendaraan yang di tilang di sini jumlahnya tidak terlalu besar, artinya kalo jumlahnya besar menunjukkan masyarakat kurang sadar patuh membayar pajak," katanya.

Sementara itu Samsat Jakarta Pusat, Eling Hartono mengatakan mengatakan jika razia pajak kendaraan ini baru pertama kali dilakukan di tahun 2020.

Di tahun ini pihaknya akan gecar melakukan razia pengesahan surat kendaraan bermotor.

"Ya jadi Samsat Jakarta Pusat melakukan razia ini sebagai tahapan awal di lima samsat lainnya berlangsung sampai Desember 2020, kita akan berkerjasama dengan kepolisian jadi di tahun ini adalah tahun penindalan pengesahan STNK," ucapnya.

VIDEO : Ditangkap Karena Narkoba, Lucinta Luna Menangis Minta Maaf

VIDEO : Viral Guru SMA di Bekasi Pukul Siswa, Wakil Wali Kota Bekasi : Bukan Zamannya Kekerasan

Menurut Eling dari razia ini sebanyak 799 kendaraan terjaring, dan 225 kendaraan dikenakan sanksi tilang, pihaknya juga menyediakan layanan bagi masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan secara langsung, dan tidak dikenakan sanksi tilang.

"Ada beberapa pengendara tadi yang memilih di tilang karena beralasan belum memiliki uang, namun ada juga yang langsung membayar pajak kendaraanya, saat ini masih kita data totalnya," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Muhamad Rusdi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved