Formula E

Tak Setuju Sirkuit Formula E di Monas, Tim Ahli Cagar Budaya DKI Ngaku Ngga Pernah Bikin Rekomendasi

Dalam Surat Gubernur DKI ke Menteri Sekneg disebutkan, Pemprov DKI telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta

Wartakotalive/Rizki Amana
Video maping di Tugu Monas pada 20-31 Desember 2019 

“Saya ngga tahu dan kami ngga bikin (surat rekomendasi) saya ketuanya kan. Koordinasi ngga juga, baru tahu itu ada balap di situ dan baru tahu kemudian ditolak mula-mula sama Setneg, dan katanya dia iya-in (setujui) lagi. Jadi gimana juga ngga ngerti yah saya.”

TIM Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta mengaku tak setuju sirkuit Formula E dibangun di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Bahkan tim ini juga tak tahu soal surat rekomendasi yang diklaim DKI diperoleh dari TACB melalui surat Kepala Dinas Kebudayaan DKI tertanggal 20 Januari 2020 lalu.

“Ngga (tidak setuju), kami kan TACB dari Pemprov DKI, sedangkan itu (Monas) peringkat nasional jadi yang ngurus Setneg,” kata Ketua TACB DKI Jakarta Mundarjito kepada wartawan pada Rabu (12/2/2020).

Komisi E DPRD Nilai Keputusan Pemprov DKI Pilih Monas buat Balap Formula E Salahi Aturan

Batu Alam Monas Bakal Dilapisi Aspal Hotmix Buat Sirkuit Formula E

Kontroversi Monas sebagai Lintasan Formula E, Kawasan Gelora Bung Karno Mestinya Lebih Cocok

Menurut dia, TACB bukan tidak berwenang soal rekomendasi itu, namun merasa tidak diberitahu soal lintasan tersebut. Sebagai Ketua TACB DKI Jakarta, Mundarjito mengaku tak pernah mengeluarkan surat rekomendasi tersebut.

“Saya ngga tahu dan kami ngga bikin (surat rekomendasi) saya ketuanya kan. Koordinasi ngga juga, baru tahu itu ada balap di situ dan baru tahu kemudian ditolak mula-mula sama Setneg, dan katanya dia iya-in (setujui) lagi. Jadi gimana juga ngga ngerti yah saya,” ujarnya.

Dia mengatakan, tugas TACB adalah merekomendasikan budaya masa lalu sebagai cagar budaya atas dasar pengkajian. Cagar budaya juga memiliki tingkatan wilayah yakni kabupaten/kota hingga internasional.

“Lalu kami bisa menghapuskan cagar budaya bila dianggap tidak penting. Tugas kami sambil meneliti dan waktu dikaji mesti ada nilai sejarah,” jelasnya.

Surat Gubernur DKI ke Mensekneg

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat kepada Menteri Sekretaris Negara sebagai Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Surat yang dikirim Anies sebagai tindak lanjut persetujuan komisi tersebut soal penyelenggaraan ajang balap Formula E di Kawasan Medan Merdeka.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved