PROFIL Kepala BPIP yang Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernah Larang Mahasiswi Pakai Cadar

BARU sepekan menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi sudah membuat pernyataan kontroversi.

PROFIL Kepala BPIP yang Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernah Larang Mahasiswi Pakai Cadar
Twitter@BPIPRI
Yudian Wahyudi setelah dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala BPIP. 

BARU sepekan menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi sudah membuat pernyataan kontroversi.

Kepada salah satu media online, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta ini menyebut musuh terbesar Pancasila adalah agama.

Dikutip Wartakotalive dari laman setneg.go.id, Presiden Joko Widodo melantik Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/2/2020) pekan lalu.

Yudian Wahyudi Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Fadli Zon Minta BPIP Dibubarkan

Saat itu Presiden juga melantik Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Yudian Wahyudi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 12/P Tahun 2020 tentang Pengangkatan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Keppres pengangkatan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama.

Politikus PDIP Effendi Simbolon: Sri Mulyani Perlu Diganti

Saat memberikan pernyataan kepada jurnalis seusai pelantikan, Presiden Jokowi berharap Yudian bisa bergerak lebih cepat dalam membumikan Pancasila, terutama kepada kaum muda.

Menurut Presiden, target utama pembumian Pancasila adalah sejumlah 129 juta generasi muda yang berada di bawah umur 39 tahun.

"Kira-kira 129 juta yang itu adalah anak-anak muda di bawah 39 tahun, yang memerlukan sebuah injeksi tentang terutama Pancasila dalam keseharian."

NETA S Pane Sarankan Kapolri Keluarkan Perintah Tembak di Tempat untuk Harun Masiku, Ini Tujuannya

"Kita harapkan dengan diangkatnya Prof Yudian, itu bisa lebih dipercepat lagi," kata Presiden.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved