Novel Baswedan Diteror

Novel Baswedan Terima Penghargaan di Malaysia Diserahkan Mahathir Mohamad, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi mengapresiasi atas penghargaan antikorupsi internasional di Malaysia yang diterima oleh penyidik KPK Novel Baswedan.

ANTARA FOTO/Agus Setiawan/pras
Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad berjabat tangan dengan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan saat menghadiri peluncuran Perdana International Anti-Corruption Champion Fund (PIACCF) di Putrajaya, Malaysia, Selasa (11/2/2020). Pada kesempatan tersebut Novel Baswedan bersama mantan Wakil Jaksa Penuntut Umum Malaysia almarhum Datuk Anthony Kevin Morais menerima penghargaan yang diserahkan Mahathir Mohamad. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi atas penghargaan antikorupsi internasional di Malaysia yang diterima oleh penyidik KPK Novel Baswedan.

"KPK berterima kasih atas perhatian dari berbagai pihak yang terus mendukung dan ikut mengawasi penuntasan kasus penyerangan Novel Baswedan," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya, Novel menghadiri dan menerima langsung penghargaan antikorupsi internasional di Malaysia, Selasa (11/2/2020) malam.

Novel menerima langsung dari Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad dalam acara makan malam di Putrajaya Marriot Hotel, Putrajaya, Malaysia.

Novel menerima penghargaan tersebut atas kerja keras, keberanian, dedikasi, dan komitmen dalam memberantas korupsi.

 BREAKING NEWS: Diduga Jatuh dari Apartemen, Anak Karen Pooroe Meninggal Dunia

 Viral Video Mesum di Pasuruan Ternyata Dibuat Suami yang Jual Istrinya Dipakai Rame-rame

 Amien Rais Tak Hadir Saat Zulkifli Hasan Buka Kongres PAN, Pengaruh Amien Rais Sudah Berkurang?

 Trending Topik di Twitter Pagi Ini Tagar SegeraTangkapAdeArmando, FPI Tersinggung Dikatain Ini

Lebih lanjut, Ali menyatakan Novel dianggap sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan tersebut karena pada 11 April 2017 mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras oleh orang yang tak dikenal sepulangnya dari ibadah shalat Subuh.

"Hingga kini, Kepolisian baru bisa menangkap dua orang pelaku lapangannya, otak intelektual yang mendalangi penyerangan terhadap Novel Baswedan belum juga diketahui," kata Ali.

Ia menyatakan sejak peristiwa itu, kondisi mata Novel terus memburuk. Hingga saat ini, Novel masih harus terus menjalani perawatan ke Singapura.

"Kondisi yang terbaru adalah mata kiri Novel yang selama ini menjadi tumpuannya, kini hanya bisa melihat cahaya. Novel kini terpaksa bertumpu dengan mata kanan yang kemampuan melihatnya tinggal 60 persen, dengan syarat menggunakan lensa khusus," tuturnya.

 TERUNGKAP, Syifa Hadju Ternyata Masih Simpan Kalung Emas Pemberian dari Angga Yunanda

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved