Breaking News:

Revitalisasi Monas

Kontroversi Monas sebagai Lintasan Formula E, Kawasan Gelora Bung Karno Mestinya Lebih Cocok

Pusat Studi Perkotaan Sayangkan Sikap Anies Baswedan Tetap Pilih Monas sebagai Lintasan Formula E

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Wito Karyono
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Pimpinan DPRD DKI melakukan sidak ke lokasi revitalisasi kawasan Medan Merdeka di Monas sisi selatan pada Selasa (28/1) sore. DKI Ngotot lintasan Formula E di Monas 

Pusat Studi Perkotaan menyayangkan sikap Pemprov DKI yang tetap memilih Kawasan Medan Merdeka khususnya Monumen Nasional (Monas) sebagai sirkuit mobil balap Formula E.

Dibanding Monas, sebaiknya DKI memilih Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) karena paradigma tentang tempat tersebut adalah sarana olahraga.

“Kami sangat prihatin dan sungguh disesalkan. Keputusan DKI tidak ada penghargaan sama sekali terhadap kawasan cagar budaya Monas, atas dasar komersialisasi,” ujar Peneliti Pusat Studi Perkotaan Nirwono Joga saat dihubungi pada Rabu (12/1/2020).

Anies Baswedan Kirim Surat dan Peta Lintasan Formula E Baru kepada Mensesneg, Masih Sekitar Monas

SIRKUIT Formula E Tak Bakal Sampai GBK, Area Monas Juga Tidak Boleh Dipakai

Menurut dia, DKI harusnya memahami dasar pemilihan Monas sebagai benda cagar budaya. Hal ini sebagaimana Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 tahun 1994 tentang Penetapan Bangunan-Bangunan di DKI Jakarta sebagai Cagar Budaya.

Dia khawatir bila Monas dipakai lintasan sirkuit dapat merusak keaslian dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Meskipun, DKI akan memperbaiki bila ada material di Kawasan Monas rusak akibat penyelenggaraan Formula E.

DKI Ngotot Tetap Pilih Monas sebagai Lintasan Formula E, Begini Tanggapan Pusat Studi Perkotaan

“Penetapan kawasan cagar budaya itu mempertimbangkan tingkat keaslian dan kesejarahan lokasi tersebut.

"Penempatan sirkuit dengan segala pendukungnya, jelas tidak menghargai kawasan cagar budaya tersebut apalagi masih banyak lokasi lain yang bisa dijadikan sirkuit,” jelas Nirwono.

Dia lalu mempertanyakan, urgensi DKI memilih Monas sebagai tempat sirkuit Formula E. Kata dia, ikon Jakarta tidak hanya Monas, tapi GBK juga memiliki spot yang bagus untuk arena balap apalagi stadion tersebut kerap dipakai oleh ajang turnamen antar negara.

Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen  balap mobil bertenaga listrik Formula E Tahun 2020.
Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen balap mobil bertenaga listrik Formula E Tahun 2020. (Kompas.com)

“Kalau dipaksakan di Monas dikhawatirkan lama-lama akan hilang nilai keasliannya dan keotentikannya yang tidak bisa digantikan begitu saja,” katanya.

Sementara itu Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif mengatakan, keputusan Pemprov DKI untuk menggelar di Kawasan Monas sudah tepat.

PROFIL Kepala BPIP yang Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernah Larang Mahasiswi Pakai Cadar

Soalnya Monas merupakan salah satu ikon DKI Jakarta, sehingga peluang tugu perjuangan itu agar dikenal secara luas oleh peserta Formula E ataupun pengunjung mancanegara sangat tinggi.

“Permintaan itu sudah melewati tahap evaluasi sehingga mendapat persetujuan dari Komrah (Komisi Pengarah) dan banyak catatannya,” kata Syarif.

Beberapa catatan itu di antaranya konstruksi lintasan, tribun penonton dan fasilitas lainnya harus dilakukan sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Penyelenggara Formula E juga harus menjaga keasrian, kelestarian vegetasi pepohonan dan kebersihan dan kebersihan lingkungan di kawasan Medan Merdeka, serta menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan Medan Merdeka.

DKI juga harus melibatkan instansi terkait guna menghindari perubahan fungsi, kerusakan lingkungan dan kerusakan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka. Syarif juga yakin, catatan-catatan yang diberikan oleh komisi tersebut akan dijalankan oleh DKI.

Kebijakan 50 Persen Dana BOS Untuk Bayar Guru Honorer Ternyata Tak Berlaku di Depok, Ini Penyebabnya

“Pemprov DKI menggelar acara ini kan juga melibatkan lembaga lain yang bekompeten di bidangnya, bahkan mempunyai reputasi di dunia internasional, maka kami nggak khawatir kalau DKI itu tidak mampu melaksanakan permintaan Komrah,” ujar Syarif. 

Lintasan Baru Tetap di Monas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat kepada Menteri Sekretaris Negara sebagai Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Surat yang dikirim Anies sebagai tindak lanjut persetujuan komisi tersebut soal penyelenggaraan ajang balap Formula E di Kawasan Medan Merdeka.

Berdasarkan data yang diterima Warta Kota, surat yang diteken Anies itu dikeluarkan pada Selasa (11/2/2020).

 TAK Diizinkan di Monas, Balapan Formula E Bakal Digelar di Ruas Jalan Sudirman-Thamrin

 PDIP Persoalkan Formula E di DKI Dua Kali Lebih Mahal dari Hong Kong, Sebut Kanada Pernah Merugi

Nomor suratnya 61/-1.857.23 bersifat Penting dengan tembusan surat diberikan kepada Presiden RI serta para anggota Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Dalam surat itu Anies juga melampirkan peta sirkuit yang akan dibangun di Kawasan Monumen Nasional (Monas).

Gubernur DKI Anies Baswedan menerima kedatangan pembalap Formula E asal Belgia, Stoffel Vandoorne, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019) siang.
Gubernur DKI Anies Baswedan menerima kedatangan pembalap Formula E asal Belgia, Stoffel Vandoorne, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019) siang. (Dokumentasi Dok PPID DKI Jakarta)

Namun lintasannya ada sedikit perbedaan dengan sebelumnya, meski panjang lintasannya tetap sama mencapai 2,6 kilometer.

Pada lintasan pertama, DKI mengusulkan titik awal dan akhir berada di Jalan Medan Merdeka Selatan.

 Meski Sudah Didukung Prabowo dan SBY, Gibran Bilang Harga Mati untuk Dukungan PDIP dan Megawati

Dari jalan itu, kemudian lintasan di arahkan belok kiri ke Jalan Silang Merdeka Tenggara dan masuk ke dalam kawasan Monas, memutari Jalan Titian Indah di dalam Monas, menuju Jalan Silang Merdeka Barat Daya, dan berakhir kembali di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Di lintasan baru, DKI mengusulkan rute dimulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan, kemudian pembalap belok ke kanan mengarah Jalan Silang Merdeka Barat Daya lalu ke Jalan Silang Merdeka Tenggara dan kembali menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Total tikungan dalam ajang balap ini mencapai 11 tikungan.

 Polisi Temukan Obat Tramadol dan Riklona Dalam Tas Lucinta Luna, Begini Efeknya Kalau Overdosis

Tidak hanya lintasan mobil formula, DKI juga mengajukan peta untuk wahana edukasi dan rekreasi publik yang memperkenalkan teknologi ramah lingkungan terbaru.

Kemudian area terbatas untuk menjamu tamu-tamu VIP dengan akses langsung ke arah garasi mobil pembalap dan titik mula balapan. Panitia juga menyediakan lokasi untuk media dan staf pelaksana kegiatan acara tersebut.

Melalui surat itu Anies juga menyampaikan tiga poin.

Pertama Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi keputusan komisi atas persetujuan penyelenggaraan Formula E di Kawasan Medan Merdeka.

 Yudian Wahyudi Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Fadli Zon Minta BPIP Dibubarkan

Kedua, dalam rangka menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di kawasan tersebut, DKI telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta yang dituangkan ke dalam Surat Kepala Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 bernomor 93/-1.853.15 tentang Penyelenggaraan Formula E 2020.

Ketiga, penyelenggara akan melaksanakan dan menaati UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya sesuai dengan empat butir yang perlu diperhatikan sebagaimana dimuat dalam surat persetujuan dimaksud. 

Koordinasi dengan Kemenpora

Sebelumnya, Penyelenggaraan Formula E jadi diperbolehkan di Monas namun panitia diminta berkoordinasi dengan Kemenpora.

 Mahfud MD: Kombatan ISIS Asal Indonesia Tak Mengaku Sebagai WNI, Siapa yang Minta Dipulangkan?

Penyelengaraan ajang balap mobil listrik Formula E kembali mendapat izin dihelat di area Monas.

Sebelumnya, Sekretariat Negara sempat melarang perhelatan tersebut digaler di Monas.

Berdasarkan aturan sebelumnya RTH di sana sekitar 53 persen. Namun dengan adanya penataan ini, RTH naik 11 persen menjadi 64 persen. Sampai kini, proyek revitalisasi Monas masih dihentikan menyusul permintaan DPRD DKI Jakarta mulai Rabu (29/1/2020) lalu.
Berdasarkan aturan sebelumnya RTH di sana sekitar 53 persen. Namun dengan adanya penataan ini, RTH naik 11 persen menjadi 64 persen. Sampai kini, proyek revitalisasi Monas masih dihentikan menyusul permintaan DPRD DKI Jakarta mulai Rabu (29/1/2020) lalu. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Alasannya, kawasan tersebut masuk dalam cagar budaya.

Pihak panitia pun menerima keputusan itu dan mengaku sudah mendapatkan lokasi pengganti kendati belum diumumkan secara resmi. 

Akan tetapi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengubah keputusannya dan menyatakan menyetujui penyelenggaraan Formula E 2020 di kawasan Medan Merdeka dalam surat Komisi Pengarah tanggal 7 Februari.

 Setelah Diperiksa Polisi Semalaman, Kerabat Tampak Bawa Koper Pink Untuk Lucinta Luna, Apa Isinya?

Surat itu memuat hal-hal yang harus dipatuhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk dalam perencanaan kontruksi lintasan tribune yang harus menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan antara lain UU Nomor 11 tahun Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. 

Merespons keputusan itu, Kemenpora menghormati apa yang menjadi keputusan Setneg.

Akan tetapi, Kemenpora melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto meminta agar panitia pelaksana terus berkomunikasi dengan Kemenpora dalam hal penyelenggaraan Formula E.

“Poinnya kami minta pada Pemprov DKI dan panpel jangan ragu untuk berkomunikasi dengan leading sektornya. Leading sektornya adalah Kemenpora, yang mengeluarkan rekomendasi Kemenpora,” kata Gatot saat ditemui di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Sesmenpora pun mencontohkan PSSI dan Perbasi yang akan mengehlat kejuaraan dunia di Indonesia tapi terus berkomunikasi dengan Kemenpora sebagai leading sector.

 UPDATE Ruko Roboh Bikin Resah, Warga Matraman Minta Pemkot Jaktim Awasi Pembangunannya

“Ya, kita belajar dari PSSI yang rajin banget komunikasi soal piala dunia U-20, kemudian Piala Dunia FIBA 2023. Kami sangat terbuka jika diajak komunikasi. Ini bapak Menteri sama sekali belum diajak bicara, atau kalau perlu kami datangi panpelnya dengan senang hati,” pungkasnya.

Sebanyak 24 mobil dan pebalap dari 12 tim akan berpartisipasi dalam Formula E Jakarta yang rencananya digelar pada 6 Juni 2020.

Formula E Jakarta merupakan seri keenam dari Formula E musim 2019/2020 setelah Diriyah (Arab Saudi), Santiago (Chile), Mexico City (Meksiko), Marrakesh (Maroko), Sanya (China), Roma (Italia), Paris (Prancis), dan Seoul (Korea Selatan). Formula E Sanya di China dibatalkan karena wabah virus Corona. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved