Wartawan Dipenjara karena Kritik Bupati Lewat Tulisan, Adian Napitupulu: Ini Kriminalisasi Jurnalis!

Adian Napitupulu angkat bicara soal kasus yang dialami Moh Sadli Saleh (33), wartawan yang dipidana karena mengkritik kebijakan kepala daerah.

Kompas.com
Ilustrasi 

ANGGOTA Komisi I DPR Adian Napitupulu angkat bicara soal kasus yang dialami Moh Sadli Saleh (33), wartawan yang dipidana karena mengkritik kebijakan kepala daerah.

Adian Napitupulu menilai kasus itu ancaman serius bagi kebebasan pers dan demokrasi.

Sadli Saleh adalah wartawan liputanpersada.com yang dipenjara karena mengkritik kebijakan Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin.

Politikus PDIP Effendi Simbolon: Sri Mulyani Perlu Diganti

Lewat keterangan tertulis yang diterima Wartakotalive, pers, kata Adian Napitupulu, adalah salah satu pilar demokrasi.

Berkembangnya demokrasi suatu bangsa, tuturnya ada peran strategis pers di dalamnya, sebagai penyampai pesan luas bagi publik.

Juga, mempertinggi kebudayaan berdemokrasi dan berpikir kritis rakyat.

NETA S Pane Sarankan Kapolri Keluarkan Perintah Tembak di Tempat untuk Harun Masiku, Ini Tujuannya

"Tidaklah tepat, bila ada keberatan atas isi suatu karya jurnalistik, pihak keberatan, Bupati Buton Tengah, langsung melaporkan pidana ke polisi memakai UU ITE."

"Sepanjang isinya memenuhi prinsip jurnalistik, mestinya sesuai UU Pers, pihak berkeberatan bisa tempuh mekanisme berjenjang, dengan membuat hak jawab, hak koreksi."

"Atau, lapor ke Dewan Pers yang berhak menilai suatu karya jurnalistik."

Effendi Simbolon Bilang Susunan Kabinet Indonesia Maju Bukan Dream Team, Sarankan Tak Usah Ada Menko

"Atau tempuh proses perdata. Bila dalam kasus Sadli proses itu tidak ditempuh lebih dahulu, ini bentuk kriminalisasi jurnalis. Kami mengecamnya," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved