Polisi Penembak Polisi Meminta Hakim Membebaskan Dirinya, Klaim Terpaksa Lakukan Penembakan

Polisi Penembak Polisi Meminta Hakim Membebaskan Dirinya, Klaim Terpaksa Lakukan Penembakan

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Briptu Rangga Tianto (32) keluar ruang sidang seusai persidangan yang menggagendakan pembacaan duplik di Pengadilan Negeri Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Cilodong, Depok, Selasa (11/2/2020). 

Setelah dituntut hukuman penjara selama 13 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rozi Juliantoro.

Terdakwa Briptu Rangga Tianto (32) melalui kuasa hukumnya, menyampaikan duplik atau jawaban atas tuntutan JPU.

Dalam dupliknya, melalui tim pengacaranya yakni Muhammad Azmi Hendarwan dari Michdan & Partner memohon ke Majelis Hakim untuk menyatakan bahwa terdakwa tidak bersalah.

Barbie Kumalasari Pastikan Cerai dengan Galih Ginanjar, dan Bilang Sudah Capek

Fujitsu Asia Conference Hadirkan Teknologi dan Solusi Terbaru Untuk Berbagai Industri

"Bahwasanya kami memohon kepada Majelis Hakim dapat memberlakukan Pasal 49 dan Pasal 48 kepada terdakwa sesuai fakta-fakta hukum dalam persidangan," ujar Azmi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Cilodong, Depok, Selasa (11/2/2020).
Azmi mengatakan, permohonan penggunaan pasal tersebut berdasarkan fakta-fakta di persidangan.
Di mana dalam tindakannya tersebut, Azmi mengatakan kliennya melakukan penembakan terhadap Bripka Rahmat Efendy lantaran terpaksa setelah mendengar ucapan yang tak mengenakan dari korban kepada terdakwa.

Artis Cilik Ini Dulu Kaya Raya, Sekarang Hidupnya Miris Akibat Ulah Sang Ayah

"Ya karena memang terdakwa ini melakukan tindakan itu sebagai perlawanan akibat ucapan korban yang merendahkan martabatnya," papar Azmi kepada Warta Kota seusai sidang.
Dalam Pasal 49 mengatur tentang tindakan pidana terjadi akibat pelaku membela diri karena adanya ancaman.
Jika alasan penghapus pidana ini kemudian terbukti, maka hakim akan mengeluarkan putusan yang melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging). Bukan putusan bebas alias vrijspraak.
Sebelumnya, dalam dakwaan awal, JPU mengenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 terhadap Rangga Tianto yang menembakan senjata api kepada Bripka Rahmat Efendy hingga akhirnya korban tewas di tempat.

PS Tira Persikabo Kembali Mendapat Hasil Positif Pada Laga Uji Coba

Namun, dalam tuntutannya di persidangan beberapa pekan lalu, JPU hanya mengenakan Pasal 338 karena tak terbukti terdakwa melanggar Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.
"Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, memohon dengan hormat Majelis Hakim menerima permohonan duplik ini," tutur Azmi dalam sidang.
Seusai pembacaan dupilk, Ketua Majelis Hakim, Yuane Marieta menanyakan kepada terdakwa apakah ada yang ingin disampaikan atau tidak, terdakwa secara yakin menjawab cukup terhadap duplik yang diajukannya.
Selanjutnya, sidang kembali digelar pada Rabu, 26 Februari 2020 dengan agenda pembacaan vonis oleh Majelis Hakim.

Siswi SD Trauma Usai Diajak Berhubungan Badan oleh Pria Bermasker, Pelaku Diburu, KPAID Mendampingi

Sebelumnya, Rangga yang berpangkat Briptu menembak mati Bripka Rahmat Efendy di Ruangan SPKT Polsek Cimanggis, Kamis (25/7/2019) sekitar pukul 20.30.
Bripka Rachmat Effendy (kiri) dan Brigadir Rangga Tianto
Bripka Rachmat Effendy (kiri) dan Brigadir Rangga Tianto (ISTIMEWA)
Kejadian tersebut terjadi setelah Rangga dimintai tolong untuk membantu keponakannya yakni MFZ yang tertangkap membawa celurit saat ingin tawuran.

Rangga datang dengan menyiapkam senjata api jenis HS 9 miliknya yang diambilnya dari atas lemari pakaian dan kemudian diselipkan di sebelah kanan pinggangnya.

Sempat Gangguan, Gardu Induk Cawang Beroperasi Normal, Ini Penjelasan PLN

Rangga meminta tolong agar keponakannya itu dibebaskan dan akan dibina oleh keluarga atas apa yang dilakukan.

Namun korban justru bersikap tegas dengan tidak mengindahkan permohonan pelaku yang kemudian nekat membrondong tembakan sebanyak tujuh tembakan ke arah korban.

Korban mengalami luka tembak dibagian dada yang menyebabkan luka robek pada bagian paru-paru serta luka tembakan di tangan, kaki, dan bokong.

Akibatnya, korban terkapar dan langsung meninggal ditempat.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved