Pemprov DKI Ingin Larang Ondel-Ondel untuk Mengamen, Sejarawan Ingatkan Kejadian Tahun 1950-an

SEJARAWAN JJ Rizal mengingatkan Pemprov DKI Jakarta jangan asal melarang masyarakat mengamen memakai ondel-ondel.

Pemprov DKI Ingin Larang Ondel-Ondel untuk Mengamen, Sejarawan Ingatkan Kejadian Tahun 1950-an
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ondel ondel juga disiapkan dalam pawai Cap Go Meh di Jatinegara 

SEJARAWAN JJ Rizal mengingatkan Pemprov DKI Jakarta jangan asal melarang masyarakat mengamen memakai ondel-ondel.

Sejarawan dari Universitas Indonesia itu mengenang sejak dahulu ondel-ondel memang dijadikan alat untuk mengamen bagi masyarakat.

“Ingat dulu pada tahun 1950-an pernah dianggap memalukan oleh Wali Kota Jakarta Soediro soal ondel-ondel mengamen, lalu sempat dilarang."

Politikus PDIP Effendi Simbolon: Sri Mulyani Perlu Diganti

"Hasilnya malah ondel-ondel terancam punah,” ujar JJ Rizal saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

Rizal mengatakan, fenomena maraknya ondel-ondel sekarang ini harusnya disikapi dengan baik.

Justru, kata dia, ini menjadi peluang bagi pemerintah dalam membina para seniman itu sesuai nilai budaya dan sejarah ondel-ondel.

NETA S Pane Sarankan Kapolri Keluarkan Perintah Tembak di Tempat untuk Harun Masiku, Ini Tujuannya

“Jadi bukan malah melihatnya sebagai sesuatu yang memalukan."

"Artinya setiap kebijakan menyangkut produk kebudayaan harus berbasis pengetahuan terhadap produk kebudayaan itu sendiri,” katanya.

Menurut dia, larangan ini bukan hanya contoh gagal paham sejarah dan budaya ondel-ondel yang identik dengan tradisi kampung menolak bala.

Effendi Simbolon Bilang Susunan Kabinet Indonesia Maju Bukan Dream Team, Sarankan Tak Usah Ada Menko

Tapi juga menggiring adanya broker yang akhirnya bukan lagi menjadi kesenian rakyat, tapi ajang kroni dengan makelar proyek aktivitas seni.

“Karena ondel-ondel itu ikon budaya Jakarta, juga produk budaya kebanggaan masyarakat Betawi, memang baiknya jangan asal dilarang saja,” ulasnya.

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sedang mencari solusi soal larangan penggunaan ondel-ondel sebagai alat mengamen di jalanan.

Di Depan Megawati, Prabowo Janji Bakal Bikin Patung Bung Karno Naik Kuda

Melalui kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat menghormati ikon budaya Betawi tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan, pihaknya masih membahas soal larangan ondel-ondel sebagai alat mengamen dengan para pemangku kepentingan.

Di antaranya tokoh Betawi, sejarawan, budayawan, organisasi Badan Musyawarah (Bamus) Betawi DKI Jakarta, dan sebagainya.

Banjir 4 Meter di Kebon Pala Belum Surut, Banyak Warga Bertahan di Genting karena Belum Ada Bantuan

Hasil keputusan yang dikeluarkan juga masih dipikirkan, dari maklumat, imbauan, hingga surat pelarangan.

Dinas lebih mendorong menerbitkan maklumat, imbauan atau surat larangan ketimbang merevisi Peraturan Daerah (Perda), karena membutuhkan waktu yang singkat dan tidak menghabiskan uang banyak.

“Kalau merevisi Perda harus duit (anggaran) yang banyak dan waktu yang panjang."

"Kami juga harus menyusun naskah akademik, kemudian membuat Raperda baru menuju Perda,” ujar Iwan saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

Pikirkan Nasib Seniman Jalanan

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan soal larangan pemakaian ondel-ondel sebagai alat mengamen.

Namun demikian, politikus Fraksi Partai Demokrat itu meminta DKI tetap memikirkan nasib para seniman jalanan yang mengandalkan ondel-ondel untuk mencari duit.

“Mereka ngamen kan karena enggak punya kegiatan, makanya bikin juga pembinaan atau kegiatan yang menyentuh mereka,” saran Afni saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

BREAKING NEWS: Istri Chrisye Damayanti Noor Meninggal Dunia

Afni menilai, kegiatan Dinas Kebudayaan DKI untuk melibatkan para seniman ondel-ondel di jalanan ini masih kurang.

Harusnya, kegiatan digelar di tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga tidak menghilangkan mata pencarian mereka selama ini.

Pembinaan yang dilakukan pemerintah justru dapat menyejahterahkan para seniman tersebut.

BEGINI Kebiasaan Orang Berkomunikasi di WhatsApp Berdasarkan Shio, Anda yang Mana?

Bila kemampuannya baik, mereka bisa dipentaskan ke beberapa acara besar yang digelar pemerintah dan mendapatkan honor.

“Ondel-ondel kan ikon Jakarta dan kami sudah buatkan Perda (Nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi), kalau memang dibuat ngamen kan memang kasihan banget."

"Tapi kan mungkin saja ondel-ondel itu akhirnya dibuat untuk kegiatan kepariwisataan tingkat kecamatan,” ujar Afni.

Terus Berkembang

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta memprediksi jumlah seniman ondel-ondel di wilayah setempat terus berkembang.

Bahkan, telah menjalar ke luar Jakarta seperti Bekasi, Depok, dan sebagainya.

“Kalau untuk data di Jakarta kami tidak pegang."

Warga Kebon Pala yang Kebanjiran 4 Meter Belum Dapat Bantuan, Keluar Rumah Pakai Tali Jemuran

"Tapi yang jadi penting itu bagaimana kami memfasilitasi seniman yang benar-benar beraktivitas untuk perayaan ondel-ondel,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana.

Hal itu disampaikan Iwan saat disinggung soal rencana pelarangan memakai ondel-ondel sebagai sarana mengamen di jalanan.

Sebagai ikon Betawi Jakarta, dinas menyayangkan masyarakat ada yang memakai ondel-ondel untuk mengamen.

Tutup Cap Go Meh di Glodok, Anies Baswedan: Beragam Adalah Kehendak Tuhan, tapi Bersatu Pilihan Kita

“Sampai sekarang enggak ada yang pasti tentang jumlah itu, karena mereka pasti berkembang. Saya ngomong ini (jumlahnya) nanti malah ada lagi,” papar Iwan.

Sejauh ini, pemerintah telah memfasilitasi para seniman yang benar-benar beraktivitas untuk perayaan ondel-ondel di acara besar.

Di antaranya perayaan Lebaran Betawi, festival, dan kegiatan seremonial yang bernuansa Betawi.

Tanggapi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Ketum PBNU: Jangan-jangan Strategi Politik

Hal ini sebagaimana dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Pemerintah berkewajiban memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat tentang adanya kebudayaan Betawi.

“Nah, untuk ondel-ondel merupakan salah satu ikon dalam budaya Betawi,” ucapnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved