Pembunuhan

Diancam Hukuman Mati, Dua Terdakwa Pembunuhan Berencana Ayah dan Anak Tak Ajukan Eksepsi

DUA terdakwa kasus pembunuhan berencana ayah dan anak tak memberi komentar apapun terkait dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diancam Hukuman Mati, Dua Terdakwa Pembunuhan Berencana Ayah dan Anak Tak Ajukan Eksepsi
Wartakotalive.com/M23
Dua terdakwa pembunuhan berencana Aulia Kesuma (kanan) dan Geovanni Kelvin (kiri) saat mendengar pembacaan dakwaan oleh JPU pada sidang perdananya di PN Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020). 

Sang kreator rencana pembunuhan, Aulia Kesuma, meneteskan air matanya saat Ketua Majelis Hakim Suharno membacakan berkas data dirinya.

DUA terdakwa kasus pembunuhan berencana ayah dan anak tak memberi komentar apapun terkait dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada mereka.

Seusai persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 5 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), tak ada sepatah dua kata yang diungkapkan kedua terdakwa yakni Aulia Kesuma alias Aulia dan Geovanni Kelvin alias Kelvin.

Kasus Pembunuhan Ayah dan Anak, Jaksa Sebut Terdakwa Aulia Sempat Berhubungan Badan dengan Korban

Kasus Pembunuhan Berencana Ayah dan Anak, Terdakwa Kelvin Sempat Ajak Korban Dana Minum Alkhohol

VIDEO: Aulia Kesuma dan Anaknya Didakwa Hukuman Mati Atas Pembunuhan Berencana Pupung dan Dana

Bahkan, saat JPU Sigit Hendradi membacakan dakwaan serta ancaman hukuman mati, kedua tersangka hanya menundukkan kepala sembari mendengarkan dakwaan tersebut.

Dengan begitu, kedua tersangka tak mengajukan eksepsi meski terancam hukuman mati.

"Dakwaan primer Pasal 340 juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Subsidernya Pasal 338 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati," kata Sigit saat membacakan dakwaan kepada Aulia dan Kelvin, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Sementara itu, pantauan Wartakotalive.com di lokasi, tangis haru mewarnai jalannya persidangan perdana bagi kedua terdakwa itu.

Baik dari sisi keluarga korban Edi Candra Purnama alisa Pupung Sadili dan Muhammad Adi Pradana alias Dana.

Sang kreator rencana pembunuhan pun turut meneteskan air matanya saat Ketua Majelis Hakim Suharno membacakan berkas data diri Aulia.

"Kenapa nangis?" tanya Hakim Ketua Suharno di dalam ruang sidang, Jakarta Selatan,

"Ingat suami saya pak," jawab Aulia sembari meneteskan air matanya.

Adapun atas perbuatannya, Jaksa Sigit menuntut kedua terdakwa dengan pasal 338 jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP subdisair Pasal 340 jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman mati. (M23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved