SAVE BABI

Ini Penjelasan Lengkap Edy Rahmayadi Soal Aksi #SAVEBABI

Aksi #SAVEBABI akibat virus African Swine Fever sedang ramai di Medan. Edy Rahmayadi pun memberikan penjelasan lengkapnya.

Bola.com
Edy Rahmayadi bicara soal aksi #SAVEBABI akibat virus African Swine Fever (ASF). 

AKSI #SaveBabi di Medan menjadi Viral di Media Sosial (Viral Medsos), Senin (10/2/2020).

Dalam berbagai postingan di medsos, aksi #SaveBabi memperlihatkan video di mana massa bergerak ke arah kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara sambil membawa spanduk besar bertuliskan #SAVEBABI.

Dalam sebuah sorotan video amatir, massa tampak mengular, dan sangat banyak. 

Hal ini merupakan efek dari adanya isu pemusnahan babi di Sumatera Utara akibat wabah african swine fever (ASF). 

Seekor Babi Dipaksa Bungee Jumping Ketinggian 68 Meter, Taman Hiburan Ini Dikecam dan Disebut Kejam

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, memastikan pemerintah tidak akan memusnahkan seluruh hewan ternak babi milik masyarakat, guna menghentikan penyebaran virus Hog Cholera dan ASF

Sebab, jika pemusnahan ini dilakukan, kata dia akan menyebabkan kesenjangan sosial bagi para peternak babi yang ada di Sumut.

Edy Rahmayadi membantah tudingan dari para pendemo 'Save Babi' yang menyebutkan, bahwa dirinya berencana untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi.

"Yang mau Musnahkan siapa ?, tanya kepada yang bertanya mau musnahkan itu siapa," kata Edy saat ditemui usai melaksanakan salat, di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (10/2/2020).

Persib Bandung Resmi Rekrut Eks Pemain Ajax Amsterdam Geoffrey Castillion

Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini meminta kepada seluruh masyarakat Sumut agar bersama-sama dapat menuntaskan masalah wabah virus ini.

Pastinya, kata dia seluruh peternak tidak menginginkan virus ini menyerang hewan ternaknya.

"Persoalan babi ini, harus kita bersama-sama mengatasinya. Ini kan musibah," katanya.

"Semua orang pastinya tidak ingin ada wabah ini. Untuk itu harus bersama-sama mengatasi ini, tidak bisa menjadikan persoalan ini," jelasnya.

Ketua Sanggar Budaya Lusido Ajibata, Rismon Raja Mangatur Sirait menjadi peserta demo dan sekaligus tokoh yang senantiasa menyuarakan perlawanan terhadap pemusnahan babi.

Kokain yang Diedarkan Artis Film Nanie Darham Ditaksir Seharga Rp 5 Juta Per Gram

Dalam komentarnya, Rismon Raja Mangatur Sirait mengatakan, ada dua indikator penolakan pemusnahan babi yang diwacanakan akibat virus ASF oleh pemerintah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved