Hindari Razia Karena Tak Pakai Helm, Pengendara Motor Ketahuan Simpan Sabu di Boneka Doraemon
Berniat menghindari razia kendaraan di Mangga Dua, Jakarta Utara, DW (16) malah ketahuan membawa sabu yang disembunyikan dalam boneka Doraemon.
Penulis: Desy Selviany |
Berniat menghindari razia kendaraan di Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, DW (16) malah ketahuan membawa narkoba jenis sabu yang disembunyikan di dalam boneka Doraemon.
Akun instagram resmi @TMCPoldaMetro mengunggah penangkapan pemilik sabu oleh Polisi Lalu Lintas.
Di dalam video, beberapa aparat polisi lalu lintas terlihat menggeledah isi boneka yang dibawa DW.
Saat digeledah ditemukan sabu seberat 10,46 gram di dalam busa boneka tersebut. "Ini apa? kamu bawa sabu ya," kata seorang polisi yang terekam dalam video yang diunggah Jumat (7/2/2020).
Anak di bawah umur yang ketahuan membawa barang bukti sabu tidak mengakui dan meminta ampun. "Ampun Pak, demi Allah Pak saya gak tahu Pak," kata pelaku saat ditanyai polisi.
Kapolsek Pademangan Kompol Joko Handono membenarkan informasi tersebut. Saat ini pelaku yang masih di bawah umur dalam pemeriksaan polisi.
"Kami masih kembangkan temuan tersebut, saat ini pelaku sudah kami amankan di Polsek Pademangan," kata Joko saat dikonfirmasi Sabtu (8/2/2020).
Joko menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. Kata Joko penangkapan pembawa sabu itu dilakukan polisi lalu lintas karena ketidak sengajaan.
Saat itu beberapa polisi lalu lintas tengah menggelar razia ganjil genap.
"Pelaku lewat tidak memakai helm. Pelaku sempat melarikan diri tapi karena jalanan ramai berhasil ditangkap polisi," jelas Joko.
Saat hendak ditilang, aparat melihat boneka Doraemon terjatuh dari motornya. Aparat yang curiga ada boneka Doraemon di motor pria kemudian menggeledah boneka tersebut.
"Ketika digeledah ditemukan barang bukti sabu seberat 10,46 gram," ujar Joko.
Karena pelaku masih di bawah umur, Joko berjanji proses peradilan sesuai dengan peraturan yang ada.
"Tetap kami lakukan penindakan, tapi ada proses peradilan anaknya, jadi sesuai rambu-rambu berlaku," tutur Joko.