Novel Baswedan Diteror

Masalah Serius di Mata Jadi Alasan Novel Baswedan Tak Ikut Rekonstruksi Penyiraman Air Keras

Novel Baswedan mengungkapkan alasan tidak ikut rekonstruksi penyiraman air keras di sekitar kediamannya.

TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Novel Baswedan di depan rumahnya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, seusai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadapnya yang digelar oleh Polda Metro Jaya, Jumat (7/2/2020) pagi. 

Mengingat, mata kirinya mengalami kerusakan hingga tidak bisa melihat.

"Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya."

Pesan Prabowo di HUT ke-12 Gerindra: Jangan Jadikan Partai Kendaraan untuk Cari Jabatan

"Dengan kegiatan rekonstruksi tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti. Saya pikir hanya alasan kesehatan saja," paparnya.

Novel Baswedan juga mengungkapkan kejanggalan pemilihan waktu rekonstruksi penyiraman air keras.

Rekonstruksi digelar di sekitar kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proses rekonstruksi digelar pada Jumat (7/2/2020) sejak pukul 03.00 WIB hingga sekitar pukul 06.00 WIB, atau selama hampir tiga jam.

 Sri Mulyani: Pria Banyak Ciptakan Masalah Ekonomi, Seharusnya Bapak-bapak Pula yang Menyelesaikan

Menurut Novel Baswedan, seharusnya proses rekonstruksi bisa dilakukan pada saat pagi atau siang hari.

Selain itu, proses rekonstruksi juga bisa dilakukan di tempat yang tidak harus sama dengan lokasi kejadian penyiraman.

"Rekonstruksi kan mestinya dibikin lebih terang, tempatnya juga enggak harus di sini."

 Didatangi Pengantin yang Tertipu Hingga Rp 65 Juta, Pemilik Wedding Organizer: Ada Apa Ya?

"Waktunya juga enggak harus sama dan lain-lain."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved