Selasa, 14 April 2026

Virus Corona

Istana Siapkan Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Corona

"Tetapi sekali lagi, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk skenario yang buruk sekalipun," kata Moeldoko melalui keterangan tertulisnya,

Editor: Ahmad Sabran
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko memastikan pemerintah siap menghadapi tantangan global yang terjadi saat ini, termasuk terhadap dampak penyebaran virus corona yang saat ini ditanggapi dengan serius oleh beberapa negara.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko dalam diskusi bertema menghadapi ketidakpastian global yang diadakan di Jakarta oleh relawan Projo.

Moeldoko mengakui bahwa penyebaran virus Corona telah berdampak pada pelemahan beberapa sektor. Namun, dia mengungkapkan bahwa Presiden bersama para menteri telah merapatkan kemungkinan jalan keluar di Istana Negara, Bogor beberapa waktu lalu.

"Tetapi sekali lagi, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk skenario yang buruk sekalipun," kata Moeldoko melalui keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2020).

Mantan Panglima TNI tersebut enggan mengungkapkan potensi dampak buruk yang dimaksud. Dia hanya menyatakan, pemerintah telah membuat proyeksi apabila sesuatu yang buruk tersebut benar terjadi di Indonesia.

"Langkah-langkah tindakannya seperti apa, itu kita sudah menyiapkannya," katanya.

Dia mengapresiasi inisiatif Projo yang menggelar diskusi tersebut. Menurut dia, Presiden Jokowi sangat memperhatikan isu global seperti perdagangan hingga kesehatan.

"Adanya inisiatif Projo untuk ambil bagian dalam mendukung berbagai masalah yang dihadapi kabinet ini, selayaknya diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Moeldoko.

Hadir alam diskusi tersebut Wakil Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti. Dalam kesempatan itu, Budi menilai bahwa kondisi dunia saat ini sedang dalam ketidakpastian dengan berbagai isu.

Ketua Umum Projo iu menyatakan pada kuarter keempat ekonomi Indonesia dilaporkan turun jadi 4,9 persen. Artinya, sambung dia, akan ada banyak aspek yang harus dibahas oleh pemerintah.

"Tapi yang pasti kita sebagai anak negeri dan anak bangsa harus siap menghadapi apapun yang terjadi dalam kondisi global itu," katanya.

Sesaat sebelum diskusi dimulai, DPP Projo memperkenalkan jajaran kepengurusan baru. Melalui Kongres II yang digelar pada tanggal 7 Desember 2019, Budi Arie Setiadi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Projo.

Dia pun merasa terhormat bisa kembali memimpin Projo. Dia mengatakan, Projo akan terus mendukung dan mengawal segala kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi ke depan.

"Oleh karena itu, Projo akan menggelar forum-forum diskusi seperti ini guna semakin tajam dukungan kami kepada pemerintah," katanya. (abs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved