Breaking News:

4.000 Warga Korban Banjir di Kecamatan Periuk Masih Mengungsi, Polisi Waspadai Penjarahan Rumah

“Setiap hari khusus di Jatiuwung setiap hari kita siagakan 58 personel secara bergantian. Kita libatkan piket setiap hari baik dari Polres dan Polsek

Warta Kota/Andika Panduwinata
Suasana korban banjir Periuk Kota Tangerang yang erada di pengungsian sejak 4 hari terakhir. Banyak bayi nangis, anak-anak mulai kena penyakit gatal. 

Musibah banjir besar yang melanda permukiman warga di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dipandang rentan dengan aksi penjarahan rumah kosong.

Pihak Polres Metro Tangerang Kota pun mulai mewaspadainya untuk mengantisipasi pencurian rumah kosong yang ditinggal penghuninya akibat banjir.

Hingga Jumat (7/2/2020) ini saja banjir setinggi 80 centimeter masih menggenangi Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sejak 1 Februari 2020.

Sebanyak 4.000 lebih warga meninggalkan rumah dan harta bendanya untuk mengungsi saat banjir menggenangi Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, dengan tegas engatakan pihaknya mulai mewaspadai aksi penjarahan rumah kosong milik korban banjir.

“Pencurian di rumah-rumah warga yang ditinggal karena banjir, kita lakukan patroli 24 jam secara bergantian,” ujar Sugeng di Mapolrestro Tangerang Kota, Jumat (7/2/2020).

Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya tindak penjarahan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Para korban banjir pun hingga saat ini belum ada yang melaporkan ke polisi soal penjarahan rumah.

“Belum ada laporan sampai saat ini, dan mudah-mudahan tidak ada terjadi kasian warga,” sambung Sugeng.

Ia melanjutkan, jajaran Polres Metro Tangerang Kota akan terus mengawal warga sampai banjir benar-benar surut dan keadaan kembali normal lagi.

Halaman
123
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved