Pembunuhan

Update Dua Eksekutor Pembunuh Ayah dan Anak Membantah Dakwaan Menerima Rp 10 Juta Bukan Rp 500 Juta

upah sebesar Rp 500 juta yang disebutkan JPU itu diungkapkan tak sesuai dengan apa yang diterima oleh dua eksekutor tersebut.

Update Dua Eksekutor Pembunuh Ayah dan Anak Membantah Dakwaan Menerima Rp 10 Juta Bukan Rp 500 Juta
Warta Kota/Rizki Amana
Dua eksekutor pembunuh ayah dan anak, Muhammad Nursahid alias Sugeng (kiri) dan Kusmawanto alias Agus (kanan). 

Dua eksekutor Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng mengaku hanya menerima upah sebesar Rp 10 juta dari otak pembunuhan berencana ayah dan anak adalah Aulia Kesuma.

Menurutnya, upah sebesar Rp 500 juta yang disebutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat sidang pembacaan dakwaan kepada keduanya tak sesuai dengan apa yang diterima oleh dua eksekutor tersebut.

"Enggak bener, saya enggak dikasih uang segitu (Rp. 500 juta)," kata Sugeng seusai melangsungkan persidangannya di Ruang Sidang 5 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).

Pernyataan itu pun turut di iyakan oleh Kusmawanto yang juga merasa keberatan terhadap pembacaan dakwa JPU.

Dalam sidang pembacaan dakwaan, Jaksa Sigit Hendradi membacakan perkara kasus pembunuhan berencana Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan Muhammad Adi Pradana alias Dana yang dimotori oleh Aulia Kesuma selaku istri dan ibu tiri korban.

Jaksa Sigit mengatakan, bahwa kedua eksekutor bakal menerima upah sebesar Rp. 500 juta bila berhasil menghabisi nyawa dari kedua korban.

Update JPU Ungkap Hukuman Mati Menjadi Hukuman Maksimal untuk Dua Eksekutor Pembunuh Ayah dan Anak

Namun, upah tersebut baru dibayarkan oleh Aulia Kesuma sebesar Rp. 10 juta setelah aksi mereka berhasil menghilangkan nyawa kedua korban di kediamannya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019).

"Dalam perjalanan ke pom bensin Ciputat untuk menurunkan terdakwa I Kusmawanto dan terdakwa II Muhammad Nursahid yang akan pulang ke Lampung, saksi AULIA KESUMA memberikan imbalan uang sejumlah Rp. 10 juta kepada terdakwa I Kusmawanto yang sisanya akan disusulkan kemudian," kata Jaksa Sigit saat ditemui di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Kamis (6/2/2020).

Update Diungkap JPU Bahwa Otak Pembunuhan Sempat Mengubah Cara Menghabisi Ayah dan Anak Pakai Santet

Diberitakan sebelumnya, Pupung Sadili dan Dana meninggal dengan cara tragis yakni dengan disekap dan dipukuli dan dibakar di dalam mobil yang ditinggal di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jakarta Selatan.

Adapun kasus ini menyeret tujuh tersangka sekaligus, yakni dua eksekutor Agus dan Sugeng, Aulia Kesuma, Geovanni Kelvin, Kursini, Rody, dan Supriyanto.

Halaman
1234
Penulis: Rizki Amana
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved